Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kucuran Bankeu untuk Kota Bontang Susut, Terima 10 Persen dari Usulan

Adhiel kundhara • Minggu, 4 Januari 2026 | 19:04 WIB

Kepala Bapperida Bontang Syahruddin.
Kepala Bapperida Bontang Syahruddin.

KALTIMPOST.ID-Nominal Bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim telah didapatkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang. Kepala Bapperida Syahruddin mengatakan kemungkinan hanya terealisasi 10 persen dari usulan yang diajukan.

“Kami mengajukan Rp880 miliar, tetapi kemungkinan diterima hanya Rp88 miliar,” kata Syahruddin. Meskipun demikian, ia belum mengetahui pos anggaran mana saja yang diakomodasi oleh Bankeu. Bapperida menyebutkan saat ini fokus dari bankeu masih untuk kegiatan pembangunan yang berkaitan dengan penanggulangan banjir.

“Tetapi titik mana yang disetujui itu belum kami terima informasinya,” ucapnya. Ia mensinyalir penurunan besaran bankeu ini lantaran efisiensi yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Mengingat Pemprov Kaltim juga terkena dampak dari dipotongnya dana transfer ke daerah.

Baca Juga: Awal Semester Kedua, Pelajar di Bontang Bakal Belum Terima MBG

“Pemprov Kaltim juga mengalami penurunan dana transfer,” tutur dia. Diberitakan sebelumnya, pengajuan usulan bankeu sebesar Rp 880,14 miliar tercantum dalam 51 kegiatan yang tersebar di berbagai sektor prioritas. Mulai dari pengendalian banjir, jalan dan jembatan, hingga pengembangan wisata.

Dari seluruh usulan yang diajukan, sektor pembangunan dan rehabilitasi drainase untuk pengendalian banjir menempati posisi teratas sebagai prioritas utama Pemkot Bontang. Nilainya pun paling besar, yakni mencapai Rp556,7 miliar. Mencakup 20 kegiatan yang tersebar di sejumlah wilayah rawan genangan.

Syahruddin menegaskan, fokus utama kegiatan tersebut adalah penataan dan perbaikan drainase perkotaan untuk mengatasi banjir yang masih menjadi persoalan klasik setiap musim hujan. “Isu penanggulangan banjir masih jadi prioritas pembangunan. Kami menekankan pada rehabilitasi drainase sebagai langkah utama agar tidak terus berulang,” ucapnya.

Menurutnya, alokasi besar pada sektor ini sejalan dengan komitmen Pemkot Bontang dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan warga.

Baca Juga: Bantuan Buku Tulis dari Pemkot Bontang Mulai Didistribusikan, Ini Kata Pelajar

Selain pengendalian banjir, peningkatan dan rekonstruksi jalan dan jembatan menjadi prioritas berikutnya. Nilai usulan mencapai Rp69,6 miliar untuk sepuluh kegiatan. Sektor ini dianggap penting untuk memperlancar konektivitas antarwilayah dan menunjang mobilitas masyarakat serta ekonomi lokal.

Diketahui tahun lalu, Pemkot Bontang mendapatkan kucuran Bankeu dari Pemprov Kaltim senilai Rp226 miliar. Angka itu mencakup program peningkatan saluran drainase, pembangunan turap, dan perbaikan trotoar. Pada 2024 bankeu yang diterima Pemkot Bontang sebesar Rp132,9 miliar. Rinciannya bankeu spesifik Rp 3,3 miliar dan bankeu non-spesifik Rp 129,6 miliar. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #Bapperida