KALTIMPOST.ID, BONTANG - Banjir yang melanda Kota Bontang pada awal tahun ini hanya berdampak di sejumlah wilayah, Kamis (8/1/2026). Jalan Brokoli Raya, Kelurahan Gunung Elai, justru luput dari genangan, meski kawasan tersebut biasanya menjadi langganan luapan air sungai.
Di ruas jalan itu berdiri SD 010 Bontang Utara. Kepala SD 010 Bontang Utara, Nurully Kesuma Ningrum, mengatakan pihak sekolah telah melakukan pemantauan sejak subuh.
“Hanya lapangan sekolah yang terdapat sedikit genangan air. Selebihnya nihil,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir Awal Tahun Rendam RT 29 Api-Api Bontang, Air Masuk dari Celah Sungai
Ia menyebut akses depan sekolah yang sebelumnya kerap tak bisa dilalui kendaraan kini dalam kondisi kering. Genangan hanya terlihat di sekitar jembatan. Meski demikian, siswa dan orang tua masih dapat menggunakan jalur alternatif untuk menuju sekolah.
Dengan kondisi tersebut, kegiatan belajar-mengajar (KBM) tetap dilaksanakan seperti biasa. Menurut Nurully, hal ini tak lepas dari upaya warga yang menambal tanggul retak pada November 2025 lalu.
Sebelumnya, celah pada tanggul menjadi jalur masuk air menuju area sekolah. Penanganan sementara dilakukan dengan menutup bagian tersebut menggunakan karung berisi pasir.
Sementara itu, Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan titik banjir saat ini hanya tersisa di RT 43, tepatnya di belakang Rumah Madu, Jalan Imam Bonjol.
“Ada sekitar 30 kepala keluarga yang masih terdampak banjir. Selebihnya sudah kering,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, genangan terjadi karena aliran air sungai belum maksimal. Penyebabnya antara lain gorong-gorong yang sempit serta sistem drainase yang belum optimal.
Baca Juga: Rudy Ong Chandra Ajukan Pledoi, Sebut Dakwaan Suap Tambang Kaltim Tak Terbukti
Kelurahan bersama Forum RT telah menyiapkan langkah lanjutan berupa pengecekan alur drainase. Selain itu, permintaan juga telah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) untuk merevitalisasi gorong-gorong serta melebarkan saluran air yang nantinya diarahkan ke Sungai Dahlia.
“Kalau itu sudah dilakukan, banjir di Gunung Elai tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi