KALTIMPOST.ID, BONTANG - Debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Guntung meluap, Minggu (11/1/2026). Akibatnya sejumlah kawasan tergenang air. Lurah Guntung Denny Febrian mengatakan pendataan telah dilakukan kelurahan bersama dengan pengurus RT.
“Ada 124 kepala keluarga yang terkena dampak banjir. Ini tiba-tiba kencang air dari hulu,” kata Denny. Jumlah tersebut tersebar di tujuh RT. Rinciannya, RT 06 sejumlah 17 kepala keluarga, RT 04 yakni 35 kepala keluarga, 5 KK di RT 05, 26 KK di RT 14, 5 KK di RT 10, 12 KK di RT 12, dan 24 KK di RT 16.
“Hingga 12.00 Wita belum ada air yang masuk rumah. Namun setelah itu beberapa rumah langsung tergenang,” ucapnya.
Sejauh ini bantuan makanan sudah didistribusikan kepada warga. Baik dari Pemkot Bontang maupun perusahaan. Ia pun meminta warga untuk tetap waspada. Pasalnya kondisi air laut bakal pasang memuncak.
Kelurahan nantinya akan melaporkan situasi dan proses distribusi bantuan kepada kepala daerah. Termasuk juga jalur masuk air. “Khusus di depan Posyandu (Jalan Tari Enggang) tidak bisa dilewati kendaraan,” tutur dia.
Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang melaporkan kondisi genangan banjir di Kelurahan Guntung masih cukup tinggi dan berpotensi meningkat apabila hujan deras kembali terjadi di wilayah hulu sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang Ismail mengatakan berdasarkan pemantauan terakhir, sejumlah titik di Guntung menjadi kawasan yang paling parah terdampak banjir. Genangan air masih menghambat aktivitas warga dan belum menunjukkan tanda-tanda surut signifikan.
“Untuk kondisi saat ini, genangan air di Guntung masih tinggi dan cenderung bisa naik kalau di hulu sungai hujan deras,” ujar Ismail.
Ia menjelaskan, wilayah yang terdampak cukup parah berada di Jalan Tari Enggang, tepatnya di sekitar Posyandu, SD Darul Ulum, serta TK Darul Ulum. Di kawasan tersebut, ketinggian air masih menggenangi permukiman warga dan fasilitas umum.
Ismail menambahkan, warga yang tinggal di dekat bantaran sungai diminta untuk tetap waspada dan tidak terkejut apabila air surutnya berlangsung lambat. Pasalnya, kondisi banjir juga dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
“Khusus warga yang dekat bantaran sungai, jangan kaget kalau surutnya lambat. Karena sekitar pukul 10.00 ini puncaknya pasang, dan surut air laut diperkirakan baru terjadi sekitar pukul 16.00 sore,” jelasnya.
BPBD Bontang berharap kondisi cuaca ke depan lebih bersahabat agar tidak terjadi penambahan debit air yang dapat memperparah banjir di wilayah tersebut. Selain itu, warga juga diimbau untuk melakukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan kerugian.
“Kami mengimbau warga untuk segera mengamankan barang-barang elektronik dan barang berharga lainnya agar tidak terendam air,” katanya.
Ismail juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak kelurahan atau BPBD apabila mengalami kendala atau membutuhkan bantuan. BPBD Bontang, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan siap membantu warga terdampak.
“Segera laporkan ke kelurahan jika ada kendala lainnya. Insya Allah BPBD akan terus memantau kondisi warga,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo