KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pembangunan ruang kelas baru (RKB) tahun 2025 menyasar dua sekolah yakni SMP 1 dan SD 007 Bontang Utara. Namun di tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tidak mengalokasikan anggaran untuk penambahan RKB.
Kepala Disdikbud Abdu Safa Muha mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebabnya. “Sampai saat ini kami masih menunggu usulan yang diajukan ke pusat terkait dengan permintaan RKB untuk SMP 7 dan SMP 8,” kata Safa.
Khusus di 2026 ini, Disdikbud akan melakukan rehab terkait sarana toilet di tiap sekolah negeri. Nantinya tiap sekolah mendapatkan kucuran rata-rata Rp75 juta. Ia memastikan seluruh sekolah negeri mendapatkan anggaran ini. “Rehab toilet ini karena wali kota ingin mengadakan festival toilet,” ucapnya.
Ia memandang fasilitas toilet sekolah harus bersih dan nyaman. Distribusi air juga mengalir terus ketika proses pembelajaran. Aspek rehab bisa menyangkut atap, dinding, lantai, hingga material lainnya.
Selain itu, di sekitar menuju toilet juga akan dipasang perangkat closed circuit television (CCTv). Perangkat ini untuk memantau jika ada indikasi perundungan, mengingat toilet biasanya kerap digunakan untuk aksi bullying.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Bontang juga telah mengusulkan pembangunan SMP 7 melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Jika belum mendapat persetujuan penuh, maka pembangunan akan dilakukan secara bertahap melalui APBD. Kebutuhan untuk relokasi ini mencapai Rp14 miliar.
Tak hanya itu, penambahan sebanyak delapan RKB untuk SMP 8 juga telah diajukan ke pemerintah pusat. Mengingat sekolah ini terpaksa menggunakan ruangan lain seperti laboratorium untuk proses belajar-mengajar akibat keterbatasan ruang kelas. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo