KALTIMPOST.ID, BONTANG- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga akan diperluas kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Hal ini disampaikan dalam peresmian SPPG Bontang Barat 03, Jumat (16/1/2026).
Kepala Regional SPPG Wilayah Bontang Surya Dwi Saputra menjelaskan pemberian MBG kepada guru dan tenaga kependidikan saat ini masih dalam tahap persiapan. Terutama terkait kesiapan sarana prasarana dan sumber daya manusia di masing-masing dapur SPPG.
“Ke depan, guru dan tenaga kependidikan juga akan masuk sebagai penerima manfaat. Ini sedang kita siapkan,” kata Surya.
Ia menyebutkan, sasaran utama dalam tahap awal adalah guru non-ASN, khususnya yang belum menerima tunjangan makan. Namun, ke depan, program ini juga terbuka bagi guru ASN dan tenaga kependidikan lainnya, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Guru swasta dapat, guru negeri juga dapat. Terutama yang belum mendapatkan uang makan,” ucapnya.
Target awal penyaluran MBG kepada tenaga pendidik dan kependidikan diproyeksikan mulai awal Februari, menyesuaikan dengan kesiapan dapur SPPG di masing-masing wilayah. Untuk Januari, pendataan dan pemetaan penerima manfaat masih terus dilakukan.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menuturkan pemberian MBG bukan semata untuk membuat kenyang, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan kalori penerima manfaat.
“Ini bukan untuk kenyang-kenyangan. Menu sudah dihitung sesuai kebutuhan gizi dan umur, didampingi Dinas Kesehatan,” tutur dia.
Ia juga menanggapi sejumlah keluhan terkait porsi makanan yang dinilai kecil. Menurutnya, porsi tersebut telah disesuaikan secara ilmiah agar tidak mengganggu aktivitas belajar dan kesehatan penerima.
AH mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan makanan. Ia mengapresiasi seluruh relawan SPPG di Bontang yang sejauh ini mampu menjalankan SOP dengan baik sehingga tidak terjadi kasus keracunan makanan, seperti yang sempat terjadi di daerah lain.
“Alhamdulillah di Bontang tidak ada kejadian luar biasa. Ini harus terus dijaga,” terangnya.
Ia juga mengajak seluruh relawan dapur SPPG untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menganggap dapur sebagai rumah sendiri. “Anggap masak di rumah sendiri. Kita memberi makan orang lain, maka harus memberi yang terbaik,” pesannya. (*)
Editor : Ismet Rifani