Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hasil TKA 2026 SMAN 2 Bontang, Terdapat Empat Nilai Merah, Ini Faktor yang Mempengaruhi

Adhiel kundhara • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:02 WIB

 

HENING: Situasi ujian tes kemampuan akademik (TKA) di SMA 2 yang diikuti pelajar.
HENING: Situasi ujian tes kemampuan akademik (TKA) di SMA 2 yang diikuti pelajar.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di SMAN 2 Bontang menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Jumlah nilai rendah atau yang ditandai merah relatif lebih sedikit.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMAN 2 Bontang Suyanik saat dikonfirmasi terkait rilis hasil TKA tahun 2026, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan data resmi, rata-rata nilai sekolah SMAN 2 Bontang pada beberapa mata pelajaran bahkan melampaui rata-rata Kota Bontang, Kalimantan Timur, hingga nasional. Mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi mencatat capaian yang menonjol.

Untuk Geografi, misalnya, rata-rata sekolah mencapai 75,63, hanya terpaut tipis dari rata-rata kota dan jauh di atas rata-rata provinsi serta nasional. “Alhamdulillah, merahnya lebih sedikit. Secara umum hasilnya lebih baik,” kata Suyanik.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah mata pelajaran dengan nilai terendah yang cukup mencolok, terutama Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, dan Matematika Tingkat Lanjut, dengan nilai terendah mencapai 5,00.

Menanggapi hal ini, Suyanik menegaskan bahwa rendahnya nilai tersebut bukan disebabkan oleh siswa inklusi. “Bukan inklusi, Ada banyak faktor yang mempengaruhi,” ucapnya.

Suyanik merinci setidaknya empat faktor utama yang memengaruhi capaian hasil TKA 2026 di SMAN 2 Bontang. Pertama, dari sisi sistem, aplikasi TKA dinilai belum sepenuhnya siap hingga mendekati hari pelaksanaan. “Sampai H-14 masih belum clear, ini cukup berpengaruh,” tutur dia.

Kedua, terdapat perbedaan antara target kurikulum atau capaian pembelajaran (CP) yang diajarkan di sekolah dengan kisi-kisi soal TKA. Hal ini menyebabkan siswa belum sepenuhnya familiar dengan materi yang diujikan.

Faktor ketiga berkaitan dengan model soal TKA. Menurut Suyanik, banyak siswa belum terbiasa dengan soal bergaya multiple complex, yang menuntut kemampuan analisis lebih tinggi dibandingkan soal konvensional.

Faktor terakhir adalah aspek psikologis siswa. Karena TKA tidak bersifat wajib, meski sangat penting, sebagian siswa masih bersikap gamang. Kondisi ini berdampak pada motivasi internal saat menghadapi ujian.

Ke depan, SMAN 2 Bontang berencana melakukan evaluasi dan penguatan, baik dari sisi pembelajaran, kesiapan sistem, maupun pendampingan siswa agar hasil TKA berikutnya dapat lebih optimal.

“Ini evaluasi bersama. Mungkin juga perlu digali pendapat dari teman-teman sekolah lain,” pungkas Suyanik. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #pelajar #mata pelajaran #Tes Kemampuan Akademik #Hasil #SMAN 2 Bontang