Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemberian Makanan Tambahan dan Jadwal Timbang Serentak, Ini Penjelasan Diskes Bontang

Adhiel kundhara • Kamis, 22 Januari 2026 | 17:49 WIB
FOKUS STUNTING: Pemkot Bontang memberikan perhatian terkait masalah stunting dengan memasang target tahun ini di angka 12,5 persen.
FOKUS STUNTING: Pemkot Bontang memberikan perhatian terkait masalah stunting dengan memasang target tahun ini di angka 12,5 persen.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang memastikan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil tetap berjalan pada 2026, meski dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.

Program ini disinergikan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dukungan dunia usaha agar intervensi gizi lebih tepat sasaran. Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan saat ini sebagian besar kebutuhan gizi balita dan ibu hamil stunting telah terakomodasi melalui program MBG.

Karena itu, alokasi PMT dari APBD dilakukan secara selektif dan difokuskan pada sasaran yang benar-benar membutuhkan tindak lanjut. “MBG sudah meng-cover ibu hamil dan balita stunting. Tinggal kita evaluasi, siapa yang masih perlu intervensi tambahan,” kata Mabe.

Selain dari pemerintah, Diskes juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program CSR. Sejumlah perusahaan besar telah menyatakan komitmennya, di antaranya PT Pama dan Badak LNG, untuk membantu PMT berbasis produk olahan diet khusus atau makanan tambahan bergizi.

Namun Bachtiar menegaskan, keterlibatan perusahaan harus tetap dikoordinasikan dengan Diskes agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan.

“Tidak boleh bergerak sendiri. Harus komunikasi dengan Dinkes supaya tepat sasaran. Jangan sampai ada balita dapat dobel, sementara yang lain tidak dapat sama sekali,” ucapnya.

Sementara itu, terkait rencana timbang serentak, Diskes Bontang masih menerapkan pola tentatif. Pada prinsipnya, penimbangan balita tetap dilakukan setiap bulan di posyandu. “Timbang serentak itu rencananya bisa tiga kali setahun sesuai arahan, tapi kita lihat dulu kondisi lapangan,” tutur dia.

Jika cakupan penimbangan rutin di posyandu sudah berada di atas 85 persen, maka timbang serentak dinilai tidak terlalu mendesak karena hanya akan menyita tenaga dan anggaran. “Kalau kondisi bagus, ya tidak perlu dipaksakan. Kita bekerja efektif,” katanya.

Meski demikian, Diskes telah menyiapkan jadwal alternatif apabila diperlukan. Rencana timbang serentak diproyeksikan berlangsung pada April atau Mei 2025, tergantung evaluasi capaian bulanan.

Mabe juga menekankan peran kader posyandu dalam pendataan dan penjemputan balita serta ibu hamil. Dengan insentif yang telah ditingkatkan, kader diharapkan semakin aktif melakukan pemantauan langsung ke masyarakat.

“Ini kerja besar dan komprehensif. Media, masyarakat, kader, perusahaan, semua harus bergerak bersama. Target kita jelas, jangan ada stunting baru,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#balita #pemberian makanan tambahan #Makan Bergizi Gratis #ibu hamil #dinas kesehatan