KALTIMPOST.ID, BONTANG- Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang merilis kasus demam berdarah dengue (DBD) selama 1 hingga 31 Januari 2026 mencapai 21 penderita. Penanggung jawab DBD Diskes Bontang Siti Rahimah mengatakan dari angka ini menyasar delapan kelurahan di Bontang.
“Terbanyak yakni di Tanjung Laut dengan enam kasus,” kata Imah. Disusul, Bontang Lestari dan Tanjung Laut Indah masing-masing empat kasus. Kemudian Api-Api 3 kasus, Bontang Kuala 2, kasus. Serta Gunung Elai dan Berebas Tengah masing-masing satu kasus.
“Sementara Belimbing, Bontang Baru, Guntung, Gunung Telihan, Kanaan, dan Loktuan terdapat notifikasi untuk demam dengue,” ucapnya.
Jumlah ini lebih tinggi dengan capaian di Januari tahun lalu yakni 18 kasus. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Apalagi beberapa hari belakangan Bontang diguyur hujan.
“Kondisi ini bisa membuat tampungan air yang dapat digunakan sebagai tempat nyamuk aedes aegypti bertelur, jika tidak dibersihkan,” tutur dia.
Ia menjelaskan, gerakan 3M Plus meliputi menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Selain itu, warga juga dianjurkan menaburkan bubuk abate di bak mandi dan memperhatikan tempat penampungan air lainnya, seperti vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum air.
Imah menuturkan fogging atau pengasapan bukanlah solusi utama dalam pemberantasan DBD. Pasalnya, fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa dan tidak menyasar jentik maupun telur nyamuk.
“Fogging itu sifatnya penanganan cepat ketika sudah ada kasus positif. Yang paling efektif tetap pencegahan melalui 3M Plus, karena bisa memutus sumber masalah sejak awal,” terangnya.
Meski demikian, Diskes memastikan fogging tetap dilakukan secara fokus di wilayah yang ditemukan kasus DBD terkonfirmasi positif. Puskesmas setempat akan langsung bergerak melakukan penyemprotan setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi. (*)
Editor : Ismet Rifani