Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hasil Audit Sebut Perumda AUJ di Bontang Untung Rp 327 Juta, Tergolong Kecil Dibandingkan Aset dan Usaha yang Dikelola

Adhiel kundhara • Minggu, 8 Februari 2026 | 18:12 WIB

PENDAPATAN TERBANYAK: Videotron yang berada di simpang tiga Taman Plaza Ramayana ini menjadi salah satu penyumbang keuntungan Perumda AUJ.
PENDAPATAN TERBANYAK: Videotron yang berada di simpang tiga Taman Plaza Ramayana ini menjadi salah satu penyumbang keuntungan Perumda AUJ.
 

BONTANG - Kehadiran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang diharapkan mampu memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Namun berdasarkan hasil audit laporan keuangan 2024, perusahaan daerah tersebut hanya membukukan laba bersih sebesar Rp327.073.962.

Data hasil audit kantor akuntan publik yang diperoleh Kaltim Post menunjukkan, meski mencatatkan keuntungan, nilai laba Perumda AUJ masih relatif kecil dibandingkan besarnya aset dan perputaran usaha yang dikelola.

Kinerja keuangan perusahaan pada 2024 sebenarnya menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, Perumda AUJ masih mengalami kerugian bersih sebesar Rp370.857.032. Sementara pada 2024, kondisi keuangan berbalik dengan laba bersih Rp327.073.962.

Peningkatan kinerja ini dipengaruhi naiknya pendapatan usaha secara signifikan. Sepanjang 2024, total pendapatan usaha Perumda AUJ tercatat Rp4.133.229.983. Angka tersebut meningkat 1,56 kali dibandingkan pendapatan 2023 yang hanya Rp1.617.534.483.

“Kenaikan pendapatan usaha ini secara umum didorong peningkatan pendapatan dari unit usaha, terutama sektor videotron yang mengalami pertumbuhan cukup signifikan pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Adi Darmawan dalam laporan hasil auditnya.

Meski pendapatan meningkat, beban operasional perusahaan juga mengalami kenaikan. Beban pokok usaha pada 2024 tercatat Rp3.056.253.439, naik dari 2023 yang sebesar Rp1.868.731.758. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp648.206.990 dibandingkan Rp119.410.383 pada tahun sebelumnya.

Selain itu, terdapat komponen beban lainnya sebesar Rp13.867.082 pada 2024, naik dari Rp249.374 pada 2023. Namun peningkatan pendapatan usaha masih mampu menutup seluruh beban sehingga perusahaan mencatatkan laba bersih.

Dari sisi neraca, total aset Perumda AUJ pada 2024 mengalami peningkatan cukup signifikan. Nilai aset tercatat naik 4,78 kali dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya kas dan setara kas serta bertambahnya aset tetap perusahaan.

Aset lancar pada 2024 tercatat sebesar Rp1.538.251.967, meningkat dibandingkan 2023 sebesar Rp266.287.509. Sementara aset tidak lancar mencapai Rp14.613.523.362, naik dari Rp14.400.467.738. Secara keseluruhan, total aset perusahaan pada 2024 mencapai Rp16.151.775.329.

Sementara itu, kewajiban perusahaan pada 2024 juga mengalami kenaikan sekitar 0,31 kali dibandingkan 2023. Total kewajiban tercatat Rp11.138.088.874, meningkat dari Rp10.838.620.019 pada tahun sebelumnya.

Dari sisi ekuitas, kondisi perusahaan juga mengalami perbaikan. Ekuitas tercatat sebesar Rp5.013.686.455 pada 2024, meningkat dibandingkan 2023 yang sebesar Rp3.828.135.227. Peningkatan ekuitas ini menjadi indikator membaiknya struktur permodalan perusahaan.

Kaltim Post berupaya melakukan konfirmasi ke Dirut Perumda AUJ Abdu Rahman. Namun hingga berita ini ditulis upaya tersebut belum terhubung.

Editor : Muhammad Ridhuan
#akuntan publik #kaltim post #laba bersih #Perumda auj #hasil audit