KALTIMPOST.ID, BONTANG - Penanganan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat oleh Pemkot Bontang. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan persoalan sampah kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat hingga daerah, sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut pejabat yang akrab disapa AH ini, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat secara luas. Salah satu fokus pembenahan adalah mendorong pemilahan sampah dari sumbernya agar memiliki nilai ekonomi bagi warga.
“Kalau dari sisi rumah sakit, jalan protokol dan lainnya itu kan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi dari sisi masyarakat, yang harus dibenahi adalah pemilahan sampah. Sehingga sampah itu bisa menghasilkan nilai ekonomi di masyarakat,” kata AH.
Ia menjelaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang saat ini tengah memetakan berbagai persoalan sampah secara menyeluruh. Hal itu dilakukan setelah adanya arahan dari pemerintah pusat. Termasuk dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait pengelolaan sampah yang digelar di Jakarta.
“Persoalan sampah ini menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. Ini persoalan serius karena kalau sampai ke laut bisa merusak biota laut, dan jika sistem pengelolaannya terganggu juga bisa menjadi sumber penyakit,” ucapnya.
AH menyebutkan, setiap rukun tetangga di Bontang sebenarnya telah memiliki bank sampah. Namun, yang menjadi tantangan utama adalah perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan membuang sampah dengan benar.
“Memang tidak mudah mengubah perilaku, bahkan kita sendiri kadang masih lupa buang sampah kecil seperti bungkus permen,” tutur dia.
Untuk jangka pendek, Pemkot Bontang akan mengoptimalkan program Jumat Bersih yang rutin digelar setiap pekan. Kegiatan tersebut juga akan menyasar wilayah pesisir dan laut dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kita harus memulai dari diri sendiri agar masyarakat ikut. Kita juga akan sampaikan kepada nelayan dan warga yang tinggal di atas laut agar tidak membuang sampah ke laut,” terangnya.
Ia mengakui, selama ini masih terdapat keluhan warga terkait keterlambatan pengangkutan sampah. Karena itu, pemerintah akan menambah sumber daya dan petugas khusus untuk pengambilan sampah, termasuk di wilayah pesisir.
Selain itu, Pemkot Bontang juga tengah mengkaji optimalisasi retribusi sampah sebagai bagian dari peningkatan layanan kebersihan kota. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Agus Haris optimistis Bontang mampu meraih penghargaan Adipura.
“Saya optimistis Bontang bisa mendapatkan Piala Adipura. Tapi syaratnya, pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, semua harus bergerak,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo