BONTANG - Kondisi turap sungai di Jalan Koi atau SMP 7 mengalami longsor. Akibatnya akses di lokasi tersebut juga patah mengikuti arah longsor turap. Hal ini tentu membahayakan bagi pengendara yang melintas. Papan imbauan untuk berhati-hati sudah terpasang di lokasi itu.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melakukan tinjauan lapangan, beberapa hari lalu. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) untuk segera bertindak.
“Ini harus segera dikerjakan. Karena titik ini berdekatan dengan lokasi sekolah,” kata Neni.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Much Cholis Edi Prabowo mengatakan anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan ini mencapai Rp1,8 miliar. Bersumber dari APBD tahun ini.
“Penurapan itu sepanjang 50 meter nantinya,” ucapnya.
Selain itu pagu anggaran sudah termasuk dengan pengaspalan jalan. Ia berharap proses persiapan berupa penandatanganan kontrak dengan perusahaan pengerja bisa dilakukan pekan ini.
Mengacu data sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), tinggi turap mencapai empat meter. Berupa pasangan batu dengan beton. Durasi waktu pengerjaan mulai Maret hingga Juni mendatang.
Kondisi Jalan Koi atau ruas jalan menuju SMP 7, Kelurahan Tanjung laut Indah mengalami kerusakan. Di beberapa titik struktur jalan justru patah. Utamanya yang berada di tepi sungai. Akibatnya pengendara harus menghindari struktur yang miring tersebut.
Salah satu pengendara yang melintas Jarno mengaku kondisi ini sangat membahayakan jika dibiarkan terlalu lama. Mengingat akses ini sangat padat di waktu tertentu. Khususnya saat jam pelajar sekolah berangkat maupun pulang.
“Saya tiap hari mengantar anak sekolah. Ini di bagian ujung dekat KS Tubun sudah miring jalannya,” kata Jarno. Khawatirnya jika tidak ada penanganan maka kerusakan akan lebih parah.
Ia menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) harus bertindak sigap. Apalagi jika terjadi longsor dan kondisi sungai posisi pasang. “Harus diperbaiki segera mulai dari penurapan maupun struktur jalan. Mengingat di titik itu tidak ada pagar di sempadan sungai,” ucapnya.
Diketahui proyek perbaikan ini sebelumnya dikerjakan oleh CV Afhiya Wirakarya. Tahun lalu, Pemkot Bontang juga membangun jembatan di depan SMP 7 yang terhubung dengan Jalan Atletik, Kelurahan Api-Api. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp4,9 miliar.
Editor : Muhammad Ridhuan