BONTANG - Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali memakan korban di wilayah Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. Satu warga RT 13 dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut pada pertengahan bulan lalu.
Lurah Gunung Elai, Sulistyo, membenarkan adanya kasus kematian tersebut. Ia menyebut, korban merupakan warga yang tinggal di kawasan Jalan Tomat, RT 13. Kawasan ini termasuk terdampak banjir beberapa waktu lalu.
“Iya, benar ada satu kasus meninggal dunia di RT 13, tepatnya di Jalan Tomat. Itu di belakang area taman-taman,” kata Sulistyo saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, wilayah tersebut memang sempat terdampak banjir saat intensitas hujan tinggi beberapa waktu lalu. Kondisi itu dinilai berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD, terlebih ditemukan sejumlah tempat penampungan air di sekitar rumah korban.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, terdapat beberapa wadah penampungan air di sekitar lokasi yang memungkinkan menjadi sarang jentik nyamuk. Apalagi saat ini cuaca tidak menentu, dengan pola hujan dan panas yang silih berganti.
“Memang sekarang musim penghujan, kadang hujan kadang panas. Itu yang harus diwaspadai karena sangat mendukung perkembangan nyamuk,” ucapnya.
Memasuki bulan Ramadan, Sulistyo mengakui intensitas kerja bakti lingkungan biasanya berkurang karena aktivitas warga yang meningkat. Namun demikian, pihak kelurahan tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri, khususnya di rumah masing-masing.
“Kami tetap menghimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, minimal di rumah sendiri. Walaupun mungkin kerja bakti bersama agak berkurang selama puasa, tapi kebersihan rumah jangan diabaikan,” tutur dia.
Kelurahan Gunung Elai juga terus menggalakkan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk mendistribusikan bubuk abate kepada warga sebagai langkah pencegahan tambahan.
“Walaupun ada warga yang tetap harus menampung air, nanti kami koordinasi dengan Puskesmas untuk pembagian abate agar bisa mencegah jentik nyamuk berkembang,” tambahnya.
Sulistyo juga memastikan bahwa fogging atau pengasapan area telah dilakukan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan di wilayah terdampak sebagai upaya memutus rantai penyebaran DBD. Ia berharap masyarakat tidak lengah, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan riwayat banjir di beberapa titik Gunung Elai.
Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus DBD. “Kami minta warga tetap waspada dan disiplin menerapkan 3M. Jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki