KALTIMPOST.ID-Kawasan sekitar Masjid Al Furqon menjadi prioritas penanganan drainase tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menganggarkan pembangunan drainase sepanjang kurang lebih 200 meter di wilayah tersebut.
Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air PUPRK Bontang Edi Suprapto menjelaskan, proyek ini merupakan lanjutan dari pembangunan sebelumnya. Beberapa titik di kawasan tersebut memang belum memiliki saluran drainase memadai.
“Kurang lebih 200 meter, kiri kanan. Ada yang belum punya drainase, itu kita lanjutkan,” kata Edi, Kamis (5/3/2026). Pemkot Bontang pun mengalokasikan anggaran senilai Rp3,7 miliar untuk rencana ini. Proyek memakai skema e-katalog. Ditargetkan pengerjaan rampung di Agustus mendatang.
Baca Juga: Agus Haris Akui Pemkot Bontang Butuh Kritik, Soroti Stunting hingga Pengangguran
Drainase ini dibangun untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Bahkan di beberapa titik, air kerap meluap karena belum adanya saluran penampung dengan kapasitas cukup besar.
Lebar saluran bervariasi, antara 3 hingga 4 meter, disesuaikan dengan kebutuhan debit air di lokasi tersebut. “Airnya besar di situ. Jadi memang perlu kapasitas lebih,” ucapnya.
Sementara itu, kawasan Pasar Gajah belum masuk perencanaan tahun ini. Namun PUPRK membuka kemungkinan perencanaan di perubahan anggaran mendatang. Dengan pembangunan ini, diharapkan persoalan genangan di sekitar Masjid Al Furqon dapat ditekan dan sistem drainase Bontang semakin optimal. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki