KALTIMPOST.ID-Perbaikan aspek infrastruktur jalan menjadi perhatian Pemkot Bontang. Bahkan upaya penanganan kerusakan ini ada yang bersumber dari dana bagi hasil (DBH) sawit. Salah satunya yakni kawasan Jalan Bandung 7 yang akan mendapat pengecoran jalan lanjutan.
Kabid Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurdin, mengatakan perhitungan awal penanganan DBH Sawit berada di kisaran 100 hingga 130 meter. Namun angka tersebut masih bersifat estimasi. “Awalnya sekitar 100 sampai 130 meter karena ada pekerjaan box juga. Tapi nanti kita hitung lagi setelah finalisasi volume,” kata Anwar.
Sementara untuk Jalan Bandung 7, pekerjaan akan difokuskan pada penyambungan pengecoran jalan yang sebelumnya terputus. Lebar jalan direncanakan 1,7 meter, namun panjang pasti masih menunggu perhitungan anggaran final.
Baca Juga: Teror Buaya di Bontang Makin Mengerikan, Ada 25 Laporan Kemunculan Buaya Sepanjang 2025
“Belum bisa kami sampaikan persisnya berapa meter karena masih dihitung. Kita bicara volume dulu baru output panjangnya,” ucapnya. Ia menambahkan, kawasan tersebut masih memiliki segmen jalan tanah yang cukup panjang jika ingin tembus hingga Jalan Soekarno-Hatta. Karena itu, penanganan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Anwar juga mengingatkan pentingnya kesiapan penyedia jasa. Menurutnya, kemampuan finansial dan peralatan menjadi faktor kunci agar proyek tidak molor. “Bukan cuma soal punya modal. Penyedia juga harus paham kondisi lapangan. Kalau tidak siap, bisa memperlambat pekerjaan,” tutur dia.
Target pelaksanaan untuk DBH Sawit dan Bandung 7 diproyeksikan mulai Maret bersamaan dengan paket pekerjaan lainnya. Khusus proyek ini mendapat gelontoran sebesar Rp1,7 miliar.
Berdasarkan sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) uraian pekerjaan yakni pembuatan jalan beton baru tipe F. Lebar lima meter, mutu talangan U50, tebal beton 25 sentimeter, dan lapisan geotextile. Ditargetkan proyek rampung pada Agustus mendatang. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki