KALTIMPOST.ID- BONTANG - Pemkot Bontang memastikan adanya tambahan kuota jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 2.000 sambungan pada 2026. Keputusan ini diperoleh melalui komunikasi intensif dengan Kementerian ESDM.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, menyampaikan kepastian ini diperoleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Kepala Bapperida Bontang, Syahruddin, setelah kunjungan ke Kementerian ESDM, Selasa (31/3/2026).
Tambahan kuota dimungkinkan melalui mekanisme adendum proyek jargas yang tengah berjalan. “Tambahan ini bisa langsung masuk dalam proyek yang sedang berjalan, tanpa harus menunggu tahun berikutnya. Total sambungan dari sebelumnya 10.553 bisa bertambah menjadi sekitar 12.533 sambungan,” jelas Arif.
Baca Juga: Gugatan Dana 2005 Mengguncang Bontang, Nilai Sengketa Kini Capai Rp 7,3 Miliar
Sebelumnya, Pemkot Bontang telah mengusulkan 4.034 sambungan baru berdasarkan pendataan pada 2025. Data ini dihimpun dari kelurahan, menyusul banyaknya warga yang belum terakomodasi program sebelumnya.
Namun, dari total usulan itu, sekitar 944 sambungan berasal dari wilayah Bontang Lestari yang belum memiliki jaringan pipa induk. Oleh karena itu, prioritas tambahan 2.000 sambungan akan difokuskan pada wilayah dengan infrastruktur yang sudah tersedia. “Dari sekitar 3.090 calon penerima siap, kita ambil 2.000 dulu sesuai kapasitas tambahan yang disetujui,” ucapnya.
Proses verifikasi dan validasi ulang tetap dilakukan oleh pihak kementerian bersama kontraktor. Tujuannya untuk memastikan lokasi pemasangan memenuhi syarat teknis, seperti tidak berada di kawasan rawa, pesisir pasang surut, atau area yang sulit dijangkau jaringan.
Pada proyek sebelumnya, lebih dari 1.090 calon penerima tereliminasi setelah tahap validasi karena kendala geografis.
Baca Juga: Kapasitas Sungai Bontang Baru 70%, Risiko Banjir Masih Mengintai
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan bahwa kunjungan ke Kementerian ESDM bertujuan memastikan warga Bontang dapat mengakses energi murah dan bersih. “Alhamdulillah, perjuangan di awal tahun untuk warga Bontang berhasil. Ada tambahan kuota 2.000, walaupun APBD menurun drastis,” ujar Neni.
Penambahan kuota ini selaras dengan visi Bontang sebagai city gas, mengingat kota ini merupakan daerah pengolah gas dan penyumbang energi penting bagi Indonesia. (*)
Editor : Ery Supriyadi