KALTIMPOST.ID, BONTANG - Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah melakukan pembahasan terkait keterbatasan anggaran dampak melesetnya perhitungan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dan ketidakpastian kurang salur dana transfer bagi Pemkot Bontang.
Alhasil beberapa program bakal ditunda pelaksanaannya tahun ini. Plt Sekretaris Kota (Sekkot) Bontang Akhmad Soeharto mengatakan belum bisa membeberkan program mana yang terkena imbas. “Program yang terdampak itu seperti yang telah disampaikan wali kota,” kata pejabat yang akrab disapa Harto ini.
Program tersebut meliputi pemasangan ACP di Kantor Wali Kota Bontang Lestari senilai Rp5 miliar, pengadaan mess di Jakarta senilai Rp8 miliar, Pembangunan lapangan minisoccer di Berbas Pantai Rp13,8 miliar, hingga program multi years revitalisasi Waduk Kanaan.
Baca Juga: Babak Baru Skandal Mobdin Diskes Bontang ke Labuan Cermin: Inspektorat Serahkan Laporan Besok!
Di mana di tahun ini diproyeksikan sekira Rp50 miliar. Mengenai kekurangannya, Harto menyebut akan melakukan penghitungan secara cermat. Ia pun belum bisa memastikan apakah penundaan program juga menyasar pro-RT plus. “Kami harus hitung dulu. Pastinya kami cari kekurangannya,” ucapnya.
Sebelumnya diberitahukan pembahasan oleh TAPD dilaksanakan Kamis (9/42026) di Kantor Wali Kota. Pertemuan ini berlangsung secara tertutup. Pasca pembahasan tersebut, beberapa pejabat enggan untuk memberkan program mana saja yang menunda pelaksanaannya pada tahun ini.
Ia meminta awak media untuk menunggu pasca keputusan bersifat final. “Masih harus kami sampaikan ke wali kota untuk mendapatkan Arah. Pada pertemuan tersebut hanya TAPD,” pungkas Kepala Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang Syahruddin. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo