KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD bakal dimulai pada Senin (20/4/2026). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menggaransi kesiapan fasilitas hingga jaringan internet untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut.
Termasuk untuk pelaksanaan di wilayah pesisir Bontang. Mulai dari Bontang Lestari, Gusung, Selangan, Tihi-Tihi, hingga Malahing. Sekretaris Disdikbud, Saparuddin, menyampaikan, sekolah-sekolah di kawasan pesisir tetap memiliki peluang yang sama dalam mengikuti TKA, meski secara geografis memiliki keterbatasan dibanding wilayah perkotaan.
Menurutnya, pelaksanaan TKA tidak harus dilakukan di sekolah asal. Siswa dari daerah pesisir dapat memanfaatkan fasilitas sekolah lain yang dinilai lebih siap, terutama di jenjang SMP yang memiliki perangkat lebih lengkap.
“Secara teknis bisa saja dilaksanakan di sekolah yang fasilitasnya memadai. Tidak harus di tempat asal siswa. Nantinya juga ada yang ke SMP 1,” kata Saparuddin.
Baca Juga: Nasib Kartu Bontang Pintar: Anggaran Belum Final, Nilai Bantuan Bakal Dipangkas?
Ia menambahkan, jumlah peserta TKA dari masing-masing sekolah pesisir relatif tidak terlalu banyak, sehingga kebutuhan perangkat seperti komputer atau laptop masih dapat diatasi. Bahkan, dalam beberapa kasus, peminjaman perangkat dari guru juga menjadi solusi yang cukup efektif.
“Bisa pakai perangkat guru di pesisir. Itu sudah kami komunikasikan," ucapnya. Selain perangkat, aspek jaringan internet juga menjadi perhatian utama. Disdikbud memastikan kondisi jaringan di wilayah pesisir dalam mendukung pelaksanaan ujian. “Untuk jaringan sejauh ini aman,” tutur dia.
Meski demikian, koordinasi teknis tetap dilakukan agar pelaksanaan berjalan optimal. Sekolah-sekolah di pesisir juga diberikan fleksibilitas dalam menentukan lokasi ujian yang paling memungkinkan, termasuk bekerja sama dengan sekolah lain.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada siswa yang dirugikan akibat keterbatasan fasilitas. Disdikbud menekankan prinsip pemerataan akses pendidikan tetap menjadi prioritas dalam setiap kebijakan.
Baca Juga: Kejar Target Pajak! Bapenda Bontang Sisir Ulang Data PBB-P2, Kelurahan Guntung Jadi Penopang
“Intinya semua siswa harus mendapatkan kesempatan yang sama. Kita upayakan tidak ada yang tertinggal,” terangnya.
Diketahui Disdikbud pun membagi lima gelombang untuk pelaksanaan TKA. Tiap harinya terdapat empat sesi sesuai dengan kapasitas ruangan dan kesiapan sarana. Dua mata pelajaran yang diujikan yakni matematika dan bahasa Indonesia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo