BONTANG - Rencana Pemkot Bontang untuk menjajaki pembelian atau pengelolaan klub sepak bola yang berlaga di kasta teratas tampaknya harus ditunda. Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyetujui langkah tersebut. Menurutnya kondisi ekonomi global menjadi faktor utama penundaan tersebut.
Ia mengungkapkan, sebelumnya terdapat beberapa klub yang sempat dijajaki untuk diakuisisi atau dikerjasamakan. Namun, situasi saat ini dinilai belum memungkinkan untuk melanjutkan rencana tersebut.
“Kita tunggu dulu. Kita lihat perkembangan ke depan,” kata Andi Faiz.
Menurutnya, rencana tersebut tidak menggunakan APBD, melainkan mengandalkan dukungan dari perusahaan melalui dana corporate social responsibility (CSR). Namun, kondisi global turut memengaruhi kinerja perusahaan, termasuk kemampuan mereka dalam menyalurkan dana CSR.
“Kondisi geopolitik dan ekonomi global berdampak ke produksi perusahaan. Otomatis dana CSR juga ikut berkurang,” ucapnya.
Hal ini menjadi pertimbangan penting sebelum melanjutkan rencana besar di sektor olahraga tersebut. Politikus Golkar ini menambahkan, pihaknya masih membuka peluang untuk melanjutkan rencana tersebut di masa depan, dengan mempertimbangkan situasi ekonomi yang lebih stabil.
Baca Juga: Antrean Solar Mengular di Bontang, DPRD Soroti Dugaan Pengurangan Kuota
“Kita masih lihat potensi klub mana yang bisa dikembangkan. Tapi untuk sekarang, kita tahan dulu,” tutur dia.
Rencana ini sebelumnya diharapkan dapat mendorong perkembangan sepak bola lokal sekaligus meningkatkan prestasi daerah di kancah nasional. Namun demikian, pemkot memilih realistis dengan kondisi yang ada saat ini.
“Fokus kita sekarang memastikan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga. Untuk klub sepak bola, nanti kita lanjutkan jika situasi sudah lebih memungkinkan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan