BONTANG- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 untuk jenjang SMA/SMK di Kalimantan Timur dipastikan masih dalam tahap persiapan. Ketua MKKS SMA Bontang, Harwanti, mengatakan tahapan sosialisasi akan dimulai pada awal Mei.
“Rencananya tanggal 5 Mei akan dilakukan sosialisasi kepada kepala sekolah. Setelah itu baru kita bisa bergerak lebih luas,” kata Harwanti.
Ia menjelaskan, pendaftaran SPMB sendiri diperkirakan berlangsung pada 22 Juni 2026. Dengan demikian, masih terdapat waktu sekitar satu bulan lebih untuk mematangkan berbagai persiapan teknis sebelum proses penerimaan siswa dimulai.
Dalam pelaksanaannya, sistem SPMB akan disusun secara terpusat oleh pemerintah provinsi. Namun tetap memberikan ruang bagi penyesuaian di tingkat cabang dinas pendidikan.
“Ada beberapa aturan yang sama secara provinsi, tetapi masing-masing cabang bisa menambahkan kekhususan sesuai kebutuhan daerah,” ucapnya.
Untuk wilayah Bontang dan Kutai Timur, misalnya, dimungkinkan adanya perbedaan teknis tertentu yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Namun, seluruh usulan tersebut tetap harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah provinsi sebelum ditetapkan sebagai petunjuk operasional.
"Terkait apa yang menjadi kekhusuan itu tunggu juknis ketika keluar," tutur dia.
Selain itu, MKKS juga merancang pola sosialisasi berjenjang dengan melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP. Sosialisasi ini ditujukan agar pihak sekolah menengah pertama dapat memahami mekanisme SPMB dan menyampaikannya kepada siswa serta orang tua.
“Kami akan fokus sosialisasi ke kepala sekolah SMP terlebih dahulu, baik negeri maupun swasta, melalui forum MKKS,” terangnya.
Tiga SMA dan tiga SMK negeri di Bontang akan menjalani SPMB dengan skema online. Mengacu pada pelaksanaan SPMB sebelumnya, hanya SMK 4 yang memilih skema offline karena lokasinya berbatasan dengan Kukar. (*)
Editor : Ismet Rifani