Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penanganan Angka Pengangguran Terbaik, Pemkot Bontang Diguyur Bonus Rp3 Miliar

Adhiel kundhara • Rabu, 6 Mei 2026 | 21:13 WIB
TERIMA APRESIASI: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mendapatkan bonus terkait upaya penanganan angka pengangguran oleh pemerintah pusat. ADIEL KUNDHARA/KP
TERIMA APRESIASI: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mendapatkan bonus terkait upaya penanganan angka pengangguran oleh pemerintah pusat. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kota Bontang kembali mencatat prestasi di level regional. Berkat keberhasilan menekan angka pengangguran, Pemkot Bontang meraih penghargaan Terbaik I kategori kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan. 

Atas capaian tersebut, Bontang juga diganjar dana insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.

Didampingi Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian, kepada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni di Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (5/5). Neni mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kinerja Pemkot Bontang, terutama dalam sektor ketenagakerjaan yang selama ini menjadi salah satu fokus pembangunan daerah.

Baca Juga: Perebutan Bursa Kursi Panas KONI Kubar Dimulai, Syarat Dukungan 20+1 Cabor Jadi Penentu

Penurunan angka pengangguran dinilai berhasil dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor industri yang berkembang di Kota Taman.

Ia mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah kerja bersama seluruh perangkat daerah, khususnya instansi yang menangani urusan tenaga kerja.

“Alhamdulillah, Bontang dipercaya sebagai terbaik pertama dalam upaya penurunan pengangguran. Ini bukti bahwa kerja keras dan konsistensi seluruh tim membuahkan hasil,” kata Neni.

Neni menegaskan, penghargaan ini bukan akhir dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemkot Bontang, kata dia, akan terus memperkuat program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal di Kaltim, Dipicu Geopolitik hingga Lonjakan Avtur

“Ke depan kami tidak hanya fokus pada pengurangan pengangguran, tetapi juga percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, dan penguatan program lingkungan berkelanjutan,” ucapnya.

Dalam forum yang sama, Neni juga dipercaya menjadi narasumber untuk memaparkan strategi Bontang dalam menekan tingkat pengangguran. Ia menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan terletak pada sinergi kuat antara Dinas Ketenagakerjaan dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang.

Melalui program pelatihan tenaga kerja, peningkatan kompetensi pencari kerja, hingga penyaluran tenaga kerja lokal ke sektor industri, angka pengangguran di Bontang berhasil ditekan secara bertahap.

Dana insentif Rp3 miliar yang diterima diharapkan menjadi tambahan amunisi bagi Pemkot Bontang untuk memperkuat berbagai program prioritas. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia, dukungan UMKM, hingga inovasi kebijakan yang mendorong penciptaan lapangan kerja baru. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Pengangguran Bontang 2026 #Penurunan pengangguran #Program ketenagakerjaan Bontang #Apresiasi pemerintah daerah #pemkot bontang