Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kronologi Lengkap Pencuri Mangga di Bontang Tewas Terjatuh dan Bentur Parit

Dwi Puspitarini • Minggu, 10 Mei 2026 | 10:33 WIB

 

Ilustrasi. (Unsplash.com/DavidvonDiemar)
Ilustrasi. (Unsplash.com/DavidvonDiemar)

KALTIMPOST.ID - Kasus kematian seorang pria berinisial Ri saat melancarkan aksi pencurian mangga di Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api, kini memasuki babak baru.

Polres Bontang menggelar prarekonstruksi pada Sabtu (9/5/2026) untuk memperjelas kronologi kejadian yang mengakibatkan nyawa Ri melayang setelah terjatuh dan membentur pinggiran parit.

Dalam kegiatan tersebut, polisi menghadirkan saksi kunci berinisial M, rekan korban yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Kronologi Kejadian dan Kesaksian Rekan Korban

Berdasarkan hasil prarekonstruksi yang dipimpin oleh Kanit Pidum Polres Bontang, Markus Sihotang, terungkap bahwa awalnya saksi M tidak mengetahui rencana pencurian tersebut.

Baca Juga: Profesi Guru Naik Level, DPR Dorong Pengakuan Setara Dokter dan Insinyur dalam RUU Sisdiknas

M mengaku bahwa sebelum kejadian, ia dan Ri sedang bermain domino di wilayah Berbas Pantai. Ri kemudian mengajaknya keluar dengan alasan ingin membeli rokok menggunakan sepeda motor.

Namun, setibanya di lokasi kejadian sekitar pukul 03.00 Wita, Ri justru mengajak M untuk mencuri mangga. M berperan menjaga situasi di bawah pohon, sementara Ri memanjat untuk mengambil buah. Aksi tersebut terhenti ketika pemilik rumah menyadari keberadaan mereka. Terkejut karena tepergok, Ri berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari pohon, namun nahas ia mendarat dengan posisi yang salah.

“Almarhum melompat lalu terjatuh, kepala terbentur pinggir parit. Dia sempat berdiri sedikit lalu jatuh lagi,” ungkap M dalam proses prarekonstruksi yang dikutip dari Bontang Post melalui akun Instagram @nenktainment.

M sempat berniat menolong rekannya, namun karena panik melihat pemilik rumah sudah berada di teras, ia memutuskan untuk melarikan diri dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Guru Non-ASN Dihapus 2027? Pemerintah Tegaskan SE 7/2026 Bukan Akhir Guru Honorer

Proses Evakuasi dan Temuan Petugas di Lapangan

Keberadaan Ri baru disadari oleh warga setelah mereka mendengar suara dengkur atau napas yang berat dari arah kegelapan di dekat parit. Saat itu, perhatian warga awalnya teralihkan oleh pengejaran terhadap M yang melarikan diri. Setelah dilakukan pengecekan menggunakan senter, warga menemukan Ri dalam kondisi tergeletak dan terluka parah.

Warga segera berkoordinasi dengan petugas siskamling dan menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, Brigpol Edo Olo V Limbong. Saat petugas tiba, korban ditemukan masih mengenakan masker yang menutupi wajahnya.

“Pas maskernya dibuka, mulutnya sudah mengeluarkan darah,” kata Brigpol Edo Olo V Limbong.

Guna menghindari cedera yang lebih parah, warga tidak langsung mengangkat korban sebelum petugas datang.

Setelah dipastikan kondisinya, korban dievakuasi ke teras rumah warga sembari menunggu kedatangan ambulans untuk penanganan medis lebih lanjut. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#pencurian mangga Bontang #pria tewas saat mencuri #kronologi kejadian #prarekonstruksi polisi #polres bontang