KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang memastikan proyek pembangunan Polder Tanjung Laut segera memasuki tahap tayang di sistem e-katalog pada Senin (11/5). Proses tersebut dilakukan setelah seluruh tahapan review oleh inspektorat rampung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, review inspektorat wajib dilakukan karena proyek pembangunan polder masuk dalam kategori pembangunan strategis daerah.
Menurut Cholis, tahapan review menjadi bagian penting agar proses pengadaan berjalan sesuai aturan sebelum masuk penandatanganan kontrak.
“Karena ini masuk pembangunan strategis Kota Bontang, jadi dilakukan review oleh inspektorat. Kemarin review baru selesai, jadi Senin baru tayang di e-katalog,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.
Baca Juga: LPADKT Tegas Dukung Pembangunan IKN, Berharap Warga Lokal yang Punya Kemampuan Diberdayakan
Ia memastikan tidak ada lagi kendala berarti terkait pembebasan lahan yang berpotensi menghambat pembangunan proyek pengendali banjir tersebut. Sebagian besar warga terdampak telah menyelesaikan proses administrasi dan tahapan yang diperlukan.
“Sudah selesai semua sebenarnya. Tinggal ada beberapa saja, tapi kalau pekerjaan sudah mulai tentu harus mengikuti proses yang ada,” ucapnya.
Dinas PUPRK menargetkan seluruh proses pengadaan berjalan cepat sehingga kontrak pekerjaan dapat diteken pada Mei 2026. Dengan estimasi durasi pekerjaan selama tujuh bulan, proyek pembangunan polder ditargetkan selesai pada Desember mendatang.
Baca Juga: Pengemudi Ford Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik di Jalan Simon Tampubolon Bontang
Bowo menegaskan proyek pembangunan Polder Tanjung Laut yang akan dilelang merupakan pekerjaan penuh atau full package, bukan lagi pekerjaan parsial seperti tahapan sebelumnya. “Sudah full sampai selesai, termasuk fasilitas pendukungnya,” tutur dia.
Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Bontang dalam penanganan banjir. Pemkot berharap pembangunan polder mampu mengurangi genangan yang selama ini terjadi di kawasan Tanjung Laut dan sekitarnya.
Selain itu, keberadaan polder diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sistem drainase perkotaan sehingga aliran air saat hujan deras dapat lebih terkendali. Bowo optimistis seluruh proses pengadaan berjalan sesuai jadwal.
Dengan dimulainya penayangan di e-katalog, tahapan pembangunan fisik dipastikan semakin dekat. “Insyaallah lancar semua. Yang penting proses administrasi selesai dan pembangunan bisa segera dimulai,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo