Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dongkrak PAD, DPRD Bontang Dukung Penuh Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Bontang Lestari

Adhiel kundhara • Senin, 11 Mei 2026 | 17:15 WIB
Ketua Komisi C DPRD Bontang Alfin Rausan Fikry.
Ketua Komisi C DPRD Bontang Alfin Rausan Fikry.

 

KALTIMPOST.ID-Rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di kawasan Bontang Lestari mendapat dukungan penuh dari DPRD Bontang. Proyek strategis tersebut diyakini mampu menjadi mesin penggerak ekonomi baru sekaligus membuka peluang investasi besar di Kota Taman.

Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry menilai, Bontang memiliki posisi geografis yang sangat mendukung untuk pengembangan pelabuhan peti kemas. Apalagi, kota ini dikenal sebagai daerah maritim dengan aktivitas industri yang terus berkembang.

“Kalau saya sangat mendukung sekali. Karena kita punya latar geografis yang sangat mendukung dan kita juga sebagai kota maritim,” kata Alfin. Menurutnya, keberadaan pelabuhan peti kemas nantinya tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bontang.

Ia menyebut aktivitas logistik dan distribusi barang akan memunculkan banyak peluang usaha baru bagi masyarakat. Mulai dari sektor jasa transportasi, perdagangan, hingga pelaku UMKM diprediksi ikut merasakan dampaknya. “Kalau pelabuhan itu jadi, tentu bisa membawa pendapatan daerah yang lebih besar. Kemudian menjadi denyut perekonomian baru untuk Kota Bontang,” ucapnya.

Baca Juga: DPRD Bontang Dorong Penyetopan Sementara dan Evaluasi Retribusi Wisata Bontang Kuala

Tak hanya itu, pembangunan pelabuhan juga diperkirakan memicu pertumbuhan kawasan permukiman baru di Bontang Lestari. Bertambahnya aktivitas ekonomi diyakini akan meningkatkan jumlah penduduk serta kebutuhan hunian di wilayah tersebut. “Mulai dari jasa sopir, usaha UMKM, dan sektor lain pasti akan bergerak. Bahkan bisa memunculkan permukiman baru di Bontang Lestari,” tutur dia.

Sebelumnya, kajian pembangunan pelabuhan peti kemas sempat diarahkan ke kawasan Loktuan. Namun, seiring meningkatnya kepadatan aktivitas industri dan permukiman di wilayah itu, pemerintah mempertimbangkan pemindahan lokasi ke Bontang Lestari.

Politikus Golkar ini menilai keputusan tersebut sudah tepat. Sebab, kawasan Loktuan saat ini dinilai terlalu padat dan berisiko apabila dipadati kendaraan logistik bertonase besar. “Kalau di Loktuan itu sudah crowded dan permukimannya juga sangat padat. Kalau lalu-lalang kendaraan besar dan parkir peti kemas di sana tentu risikonya tinggi untuk masyarakat,” terangnya.

Sebaliknya, kawasan Bontang Lestari masih memiliki banyak lahan kosong yang memungkinkan pemerintah melakukan penataan kawasan secara lebih matang. “Di Bontang Lestari masih banyak lahan kosong, jadi pemerintah bisa membuat kajian baru untuk meminimalisir risiko yang mungkin muncul,” sebutnya.

Ia optimistis proyek pelabuhan peti kemas akan membawa dampak besar terhadap perkembangan Kota Bontang dalam jangka panjang. Karena itu, DPRD mendorong agar perencanaan pembangunan dilakukan secara matang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#peti kemas bontang lestari #Pendapatan Asli Daerah Bontang #DPRD Bontang