KALTIMPOST.ID, BONTANG – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMPN 1 Bontang menunjukkan dinamika yang berbeda dibandingkan sekolah lain. Hingga penutupan pendaftaran tahap pertama, kuota jalur domisili di sekolah tersebut masih menyisakan kursi karena jumlah penduduk di sekitar wilayah sekolah relatif tidak terlalu padat.
Panitia SPMB Bidang Humas SMPN 1 Bontang, Hermi, mengatakan kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun. Menurutnya, kendala utama bukan terletak pada besaran radius, melainkan jumlah calon peserta didik yang berdomisili di kawasan sekitar sekolah.
“Radius domisili sebenarnya sama untuk seluruh sekolah di Kota Bontang, yakni sekitar 400 meter. Namun, wilayah sekitar SMPN 1 memang tidak terlalu padat penduduk sehingga kuota domisili sering kali tidak terpenuhi,” ujarnya.
Baca Juga: Empat Hektare Lahan Terbakar di Teluk Bayur, BPBD Berau Imbau Warga Stop Bakar Lahan
Ia menjelaskan, cakupan radius domisili tidak ditentukan berdasarkan RT atau wilayah administratif tertentu, melainkan dihitung berdasarkan jarak dari sekolah. Karena itu, ada sejumlah kawasan yang hanya sebagian masuk dalam cakupan domisili SMPN 1.
Tahun ini, SMPN 1 membuka 119 kursi untuk jalur domisili. Namun hingga penutupan pendaftaran, baru 47 berkas yang masuk.
Sementara itu, jalur afirmasi keluarga kurang mampu (gakin) telah terisi penuh. Dari total 30 kursi yang tersedia, seluruhnya telah ditempati peserta yang lolos seleksi.
Meski demikian, sejumlah pendaftar tetap harus tersisih karena tingginya persaingan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang memungkinkan calon siswa memilih hingga tiga sekolah tujuan, pada SPMB tahun ini peserta hanya dapat memilih satu sekolah.
“Kalau tahun lalu masih bisa terlempar ke pilihan kedua atau ketiga ketika tidak lolos di pilihan utama. Tahun ini tidak ada mekanisme itu, sehingga yang tidak masuk dalam daftar penerimaan otomatis belum terdaftar di sekolah mana pun,” katanya.
Baca Juga: Terbongkar! Rekening 35 ASN Imigrasi Capai Rp366,7 Miliar, Diduga dari Pemerasan WNA
Peserta yang belum lolos pada tahap pertama masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi tahap berikutnya yang dijadwalkan dimulai pekan ini melalui jalur prestasi akademik.
Selain jalur afirmasi, kuota jalur perpindahan tugas orang tua serta anak guru dan tenaga kependidikan (GTK) juga telah terisi seluruhnya. Dari total 15 kursi yang tersedia, dua kursi di antaranya ditempati anak tenaga pendidik SMPN 1 Bontang yang memperoleh prioritas sesuai ketentuan.
“Anak guru atau tenaga kependidikan di SMPN 1 memang mendapat prioritas pada jalur tersebut. Sisanya diisi anak guru dari sekolah lain di Kota Bontang,” tuturnya.
Adapun untuk jalur inklusi, hingga saat ini tercatat tiga peserta didik telah diterima. Jalur tersebut memiliki mekanisme seleksi tersendiri yang dilakukan lebih awal melalui asesmen dan wawancara.
Hermi mengungkapkan, kuota jalur inklusi dan pesisir diperkirakan masih belum terisi sepenuhnya. Apabila terdapat sisa kursi dari kedua jalur tersebut, kuota akan dialihkan ke jalur prestasi akademik sesuai ketentuan yang berlaku.
“Secara normal, jika ada kuota yang tidak terisi, maka akan dialihkan ke jalur prestasi. Namun angka pastinya baru bisa diketahui setelah data resmi dibuka kembali pada sistem,” terangnya.
Pihak sekolah masih menunggu pembaruan data pada laman resmi SPMB untuk mengetahui jumlah pasti sisa kuota yang akan dialihkan. Informasi tersebut diperkirakan dapat diketahui setelah sistem kembali dibuka pada pagi ini. (*)
Editor : Ery Supriyadi