BONTANG - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI Tahun 2026 di Kota Bontang memunculkan fakta menarik. Sekolah dasar swasta mendominasi daftar peraih nilai rata-rata tertinggi, baik pada nilai gabungan maupun per mata pelajaran.
Temuan ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Berdasarkan hasil TKA 2026, posisi teratas nilai rata-rata gabungan ditempati SD YPVDP dengan skor 69,41. Di peringkat kedua terdapat SDS IT Cahaya Fikri dengan nilai 69,20, disusul SD IT Asy Syaamil yang meraih skor 68,13. Ketiga sekolah tersebut merupakan sekolah swasta.
Dominasi sekolah swasta juga terlihat pada capaian per mata pelajaran. Untuk Matematika, SDS IT Cahaya Fikri mencatat rata-rata tertinggi sebesar 63,71. Sementara pada Bahasa Indonesia, SD IT Asy Syaamil menjadi terbaik dengan nilai rata-rata 78,22. Sebaliknya, sejumlah sekolah masih mencatatkan nilai rata-rata yang relatif rendah.
Pada kategori nilai gabungan terendah, SD Nurul Iman berada di posisi terbawah dengan skor 38,13. Disusul MIS DDI dengan 44,56 dan SD YPPI dengan 45,88.
Fenomena dominasi sekolah swasta tersebut memunculkan pertanyaan mengenai faktor yang memengaruhi capaian akademik peserta didik. Salah satunya terkait kemungkinan jumlah siswa yang lebih sedikit sehingga proses pembelajaran dan pendampingan dapat dilakukan lebih intensif.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparuddin, mengatakan hasil TKA tahun ini merupakan pengalaman pertama yang akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah.
“Bisa terjadi,” ujarnya saat menanggapi kemungkinan jumlah peserta didik yang lebih sedikit menjadi salah satu faktor pendukung capaian sekolah swasta.
Meski demikian, menurutnya Disdikbud belum dapat menarik kesimpulan secara terburu-buru. Hasil TKA akan dianalisis lebih lanjut untuk melihat berbagai faktor yang memengaruhi capaian siswa, mulai dari kualitas proses belajar mengajar, metode pembelajaran, hingga dukungan lingkungan pendidikan.
“Ini merupakan yang pertama, maka akan menjadi perhatian yang serius bagi kami menyikapi persoalan ini dan akan melakukan evaluasi menyeluruh terutama proses belajar mengajar,” ucapnya.
Ia menegaskan, evaluasi tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang memperoleh nilai rendah, tetapi juga akan mengkaji praktik-praktik baik yang diterapkan sekolah dengan capaian tinggi. Dengan demikian, strategi yang terbukti efektif dapat direplikasi pada sekolah lain di Kota Bontang.
Hasil TKA 2026 diharapkan menjadi instrumen pemetaan mutu pendidikan dasar di Bontang. Selain mengukur kemampuan akademik peserta didik, data tersebut juga menjadi dasar penyusunan kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Disdikbud Bontang menargetkan evaluasi pasca-TKA dapat menghasilkan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata, sehingga kesenjangan capaian antarsekolah dapat terus diperkecil pada pelaksanaan TKA di tahun-tahun mendatang.
10 SD di Bontang dengan Nilai Rata-rata TKA Gabungan Tertinggi:
1. SD YPVDP 69,41
2. SDS IT Cahaya Fikri 69,20
3. SD IT Asy Syaamil 68,13
4. SD 1 YPK 68,03
5. SD 2 YPK 67,58
6. SD Advent Bontang 66,25
7. SD Bethlehem 65,53
8. SD Galilea 65,23
9. SD IT Yabis 64,04
10. SD Alam Baiturrahman 63,69
10 SD di Bontang dengan Nilai Rata-rata TKA Gabungan Terendah:
1. SD Nurul Iman 38,13
2. MIS DDI 44,56
3. SD YPPI 45,88
4. SD Negeri 015 BS (Eks Selangan) 46,11
5 SD Negeri 011 Bontang Utara (Gusung) 47,14
6. MIS Al Hijrah 48,10
7. SD Negeri 016 BS Kecil (Eks Tihi-Tihi) 49,07
8. SD Santa Theresia 49,11
9. SD Negeri 001 Bontang Barat 49,89
10. SD Sidrap Luar 50,003. (*)
Editor : Sukri Sikki