KALTIMPOST.ID, BONTANG - Antusiasme masyarakat mengikuti pra-pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK negeri di Kota Bontang mulai terlihat. Dalam empat hari pelaksanaan, ratusan berkas telah diverifikasi oleh panitia.
Ketua Panitia SPMB SMA 1 Bontang, Nurdin, mengungkapkan saat ini terdapat tujuh petugas verifikator yang bertugas memeriksa dokumen calon peserta didik. Setiap hari, tim mampu menangani sekitar ratusan berkas. “Hingga empat hari ini total sekira 350 berkas yang masuk,” kata Nurdin.
Ia menjelaskan, jumlah peserta yang datang pada hari pertama belum terlalu banyak. Sebagian besar calon siswa masih melengkapi dokumen seperti sertifikat prestasi maupun berkas pendukung lainnya.
Baca Juga: Diduga Bawa Sabu, Dua Pria Balikpapan Ditangkap Polisi di Kawasan Kebun Sayur
Namun memasuki hari kedua, jumlah pemohon meningkat cukup signifikan. Panitia memperkirakan total berkas yang telah diverifikasi hingga saat ini mencapai ratusan dokumen.
Di hari ketiga panitia menerima 100 berkas. Dan pada hari ini hanya puluhan saja yang masuk. Pra-pendaftaran sendiri menjadi tahap penting sebelum proses pendaftaran resmi dibuka.
Pada tahap ini, seluruh dokumen calon peserta didik diperiksa untuk memastikan kesesuaian dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Selain memeriksa kelengkapan berkas, panitia juga menentukan nilai tambahan dari berbagai jenis prestasi yang dimiliki peserta. Hasil verifikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar saat data diinput ke dalam sistem oleh admin yang ditunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.
Baca Juga: Terjebak di Dalam Tandon Air Usai Bersih-Bersih, Karyawan Balikpapan Plaza Dievakuasi Damkar
Nurdin mengatakan proses verifikasi dilakukan secara ketat agar tidak muncul persoalan saat masa seleksi berlangsung. Karena itu, panitia lebih memilih melakukan pemeriksaan lebih awal daripada menghadapi lonjakan pekerjaan ketika pendaftaran resmi dibuka.
Menurutnya, sistem baru ini akan sangat membantu panitia sekolah. Sebab saat pendaftaran berlangsung, operator hanya perlu mencocokkan dokumen yang diunggah peserta dengan hasil verifikasi yang telah dilakukan sebelumnya.
“Tujuannya supaya saat pendaftaran nanti tidak perlu lagi berdebat apakah suatu dokumen diterima atau tidak. Semua sudah diverifikasi lebih dulu,” ucapnya.
Panitia optimistis jumlah peserta yang mengikuti pra-pendaftaran akan terus bertambah hingga batas waktu yang ditentukan yakni 19 Juni mendatang. Masyarakat pun diimbau segera melengkapi dokumen agar proses verifikasi dapat dilakukan lebih awal dan tidak menumpuk menjelang penutupan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo