KALTIMPOST.ID, BONTANG - Mekanisme baru diterapkan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK negeri di Kota Bontang tahun ini. Seluruh hasil verifikasi pra-pendaftaran nantinya akan diinput oleh satu admin tingkat kota yang ditunjuk Dinas Pendidikan.
Ketua Panitia SPMB SMA 1 Bontang, Nurdin, mengatakan kebijakan tersebut bertujuan menciptakan standar yang sama bagi seluruh sekolah negeri di Bontang. Menurutnya, seluruh data hasil verifikasi dari SMA 1, SMA 2, SMA 3, SMK 1, SMK 2, SMK 3, hingga SMK 4 akan dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke sistem.
“Yang melakukan input nanti satu admin tingkat kota. Jadi bukan masing-masing sekolah,” kata Nurdin.
Langkah ini diambil untuk menghindari perbedaan perlakuan maupun interpretasi dalam proses penginputan data peserta didik. Selama masa pra-pendaftaran, panitia sekolah bertugas memverifikasi dokumen peserta. Setelah dinyatakan sesuai, data tersebut diserahkan kepada panitia kota untuk diproses lebih lanjut.
Baca Juga: Data Bansos Jadi Acuan Jalur Afirmasi SPMB Bontang, Panitia Libatkan Dissos-PM
Saat pendaftaran resmi dibuka, calon siswa diwajibkan membuat akun dan mengunggah dokumen yang telah diverifikasi sebelumnya. Tugas operator sekolah kemudian beralih pada tahap pencocokan dokumen. Mereka akan memastikan berkas yang diunggah peserta sesuai dengan dokumen yang telah mendapatkan persetujuan saat pra-pendaftaran.
Menurut Nurdin, sistem ini membuat proses seleksi menjadi lebih efisien. Sebab nilai rapor dan hasil verifikasi prestasi sudah tersedia dalam basis data sehingga tidak perlu diperiksa ulang dari awal.
“Operator tinggal memastikan berkas yang diunggah sama dengan yang sudah diverifikasi sebelumnya,” ucapnya.
Ia menilai mekanisme tersebut akan mengurangi potensi kesalahan administrasi sekaligus mempercepat proses seleksi. Selain itu, sentralisasi penginputan data juga diharapkan mampu mengurangi potensi konflik kepentingan karena seluruh sekolah menggunakan standar yang sama. (*)
Editor : Sukri Sikki