Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Normalisasi Sungai Dahlia Capai 243 Meter, PUPRK Bontang Kebut Cegah Banjir

Adhiel kundhara • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:21 WIB
Tim Panbers Dinas PUPRK Bontang melakukan normalisasi Sungai Dahlia di Kelurahan Satimpo dengan mengeruk sedimen dan mengangkut sampah untuk mengurangi risiko banjir. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
Tim Panbers Dinas PUPRK Bontang melakukan normalisasi Sungai Dahlia di Kelurahan Satimpo dengan mengeruk sedimen dan mengangkut sampah untuk mengurangi risiko banjir. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Upaya Pemerintah Kota Bontang menekan risiko banjir terus dilakukan melalui program normalisasi sungai. Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan adalah Sungai Dahlia di RT 25, Kelurahan Satimpo.

Selama sebulan terakhir, tim Pasukan Bersih Sungai (Panbers) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang melakukan pengerukan sedimen sekaligus mengangkut sampah yang menghambat aliran air.

Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga fungsi sungai sebagai saluran drainase utama serta mengurangi potensi banjir saat musim hujan.

Baca Juga: Debu Misterius di Balikpapan Dipastikan Aman, Dinkes Tetap Pantau Kesehatan Warga

“Kami terus berupaya menjaga kapasitas sungai agar tetap optimal. Normalisasi dilakukan dengan mengangkat sedimen serta membersihkan sampah yang menumpuk sehingga aliran air kembali lancar,” ujar Bowo, sapaan akrabnya.

Program pembersihan Sungai Dahlia telah berlangsung sejak 23 Mei 2026. Hingga akhir Juni, tim Panbers berhasil menormalisasi aliran sungai sepanjang 243 meter.

Pekerjaan di lapangan mencakup pengangkutan berbagai jenis sampah domestik yang menyumbat aliran sungai serta pengerukan lumpur yang selama ini mengurangi daya tampung air. Langkah tersebut dinilai penting karena sedimentasi menjadi salah satu penyebab utama sungai meluap ketika curah hujan tinggi.

Menurut Bowo, normalisasi sungai harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika sedimen dan sampah kembali menumpuk, kapasitas sungai akan berkurang sehingga meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman.

Karena itu, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran masyarakat juga dinilai sangat penting untuk menjaga kondisi sungai tetap bersih setelah proses normalisasi selesai dilakukan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Jangan membuang sampah ke aliran sungai karena dampaknya akan kembali dirasakan oleh masyarakat sendiri,” katanya.

Baca Juga: Bahaya! Pulau Jawa Terancam, Bahlil Kaget Stok Batu Bara PLN Menipis, Ungkap Penyebab Sebenarnya

Dinas PUPRK Bontang berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga hasil normalisasi dapat bertahan dalam jangka panjang. Dengan sungai yang bersih, aliran air menjadi lebih lancar dan potensi genangan maupun banjir dapat diminimalkan.

Selain mengurangi ancaman banjir, sungai yang bersih juga memberikan manfaat bagi kualitas lingkungan. Aliran air yang tidak terhambat dapat mengurangi bau tidak sedap, menjaga ekosistem perairan, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan nyaman.

Program Panbers menjadi salah satu kegiatan rutin PUPRK Bontang dalam menjaga infrastruktur pengendali banjir. Tim tersebut secara berkala membersihkan sejumlah sungai dan saluran drainase yang rawan mengalami pendangkalan maupun penyumbatan akibat sampah.

Bowo menegaskan, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting agar sungai tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kalau pemerintah membersihkan sungai tetapi masih ada yang membuang sampah sembarangan, maka persoalan ini tidak akan pernah selesai. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga sungai sebagai tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Ery Supriyadi
#PUPRK Bontang #Penanganan Banjir Bontang #Normalisasi Sungai Dahlia #Panbers Bontang #Sungai Satimpo