BONTANG- Ambisi menghadirkan kawasan Polder Tanjung Laut sebagai ruang publik sekaligus infrastruktur pengendali banjir belum sepenuhnya bisa terwujud tahun ini. Sejumlah fasilitas penting dipastikan harus menunggu kelanjutan pembangunan pada tahun depan karena keterbatasan anggaran.
Kabid Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Edi Suprapto, mengatakan pekerjaan jogging track yang sebelumnya masuk dalam perencanaan hanya akan diselesaikan hingga tahap pengerasan.
Nantinya lintasan tersebut memiliki panjang sekitar 466 meter yang mengelilingi area polder berdasarkan garis centerline. Dalam konsep awal, jogging track dirancang menggunakan perkerasan beton bertulang dan dipadukan dengan sejumlah area hijau melalui penempatan pot tanaman di beberapa titik.
Namun, penyelesaian kawasan tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh pada tahun ini. Edi menjelaskan, selain lintasan jogging, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus ditunda. Di antaranya pembangunan inlet kedua, outlet kedua, penambahan pompa yang semula direncanakan berjumlah dua unit tetapi sementara hanya dipasang satu unit, hingga penyediaan genset sebagai sumber listrik cadangan.
Ia mengakui kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan seluruh komponen tersebut masih dihitung kembali bersama tim perencana. Meski demikian, estimasi sementara menunjukkan kebutuhan dana lanjutan diperkirakan bisa menembus lebih dari Rp10 miliar.
"Masih disesuaikan lagi dengan perencana karena bukan hanya jogging track yang belum dikerjakan. Estimasinya bisa lebih dari Rp10 miliar," katanya.
Usulan penyelesaian proyek akan diajukan kembali pada tahun anggaran 2027 apabila tersedia alokasi dana.
Di sisi lain, perkembangan fisik pembangunan saat ini masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan progres minggu kedelapan periode 21–28 Juli 2026, realisasi pekerjaan mencapai 4,653 persen atau lebih tinggi dibanding target sebesar 3,504 persen dengan deviasi positif 1,150 persen.
Pembangunan Polder Tanjung Laut sendiri ditargetkan rampung pada Desember 2026. Paket pekerjaan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut dilaksanakan oleh PT Bumi Lasinrang.
Pemkot Bontang berharap kelanjutan pembangunan dapat segera terealisasi sehingga fungsi pengendalian banjir berjalan optimal sekaligus menghadirkan kawasan polder sebagai ruang terbuka yang nyaman bagi masyarakat. (*)
Editor : Ismet Rifani