KALTIMPOST.ID, BONTANG - Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite kembali mengular di sejumlah SPBU Kota Bontang. Salah satunya terjadi di SPBU Koperasi Karyawan (Kopkar) Kilo 6, Jalan Brigjen Katamso, Selasa (25/8/2026).
Pantauan Kaltim Post sekitar pukul 09.44 Wita, antrean kendaraan di SPBU tersebut memanjang hingga melewati Simpang Tiga Yabis. Antrean didominasi sepeda motor dan mobil yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Untuk mengurai kepadatan, pengelola SPBU menerapkan dua jalur antrean. Meski demikian, panjangnya antrean membuat sebagian kendaraan mengambil ruang di badan Jalan Brigjen Katamso.
Kondisi tersebut membuat ruang bagi kendaraan lain yang melintas menjadi lebih terbatas. Pengendara yang melintasi kawasan itu pun terlihat memperlambat laju kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan saat melewati sisi antrean.
Baca Juga: Kemarau Mulai Mengancam, 654 Hektare Lahan Pertanian Samarinda Terdampak
Direktur Utama SPBU Kopkar Muhammad Jufri mengatakan, penerapan dua jalur dilakukan karena antrean kendaraan terus bertambah. “Ini antrean sudah panjang, khawatirnya makin panjang. Makanya kita terapkan sistem antrean dua jalur,” kata Jufri.
Ia memastikan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU Kopkar tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Pembelian Pertalite dibatasi maksimal 5 liter untuk sepeda motor dan 40 liter untuk mobil setiap kendaraan per hari.
“Kami sesuai saja dengan regulasi dan tertib. Di SPBU kami Pertalite per harinya yang dikirim sekitar 23 kiloliter,” ucapnya.
Menurut Jufri, panjangnya antrean Pertalite tidak terlepas dari meningkatnya jumlah konsumen yang beralih dari Pertamax. Selisih harga yang semakin jauh membuat sebagian masyarakat memilih BBM bersubsidi.
Baca Juga: Antrean Pertalite di Bontang Masih Mengular, Stok di Pengecer Terbatas
Selain itu, antrean semakin padat karena stok Pertalite di sejumlah SPBU lain kosong. Kondisi tersebut membuat konsumen beralih ke SPBU Kopkar Kilo 6 yang masih memiliki stok. “Makanya pada larian ke sini, di tempat lain biasanya sudah pada kosong,” tutur dia.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Akawi, Jalan MT Haryono. Saat dilakukan pengecekan, stok Pertalite di SPBU tersebut telah habis. Petugas SPBU Akawi, Maulana, mengatakan sebelumnya terjadi antrean karena masih tersedia sisa stok Pertalite dari malam hari. Namun, stok tersebut habis pada Selasa pagi.
“Tadi sempat ramai karena sisa semalam, sekarang sudah habis. Bahkan Pertamax juga sudah habis. Mungkin sore atau malam datang lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Pertalite juga tidak tersedia di SPBU kawasan Tanjung Laut. Di lokasi tersebut terpasang papan pemberitahuan yang menyebutkan Pertalite sedang dalam proses pengiriman.
Kondisi antrean panjang ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite di tengah terbatasnya ketersediaan stok di sejumlah SPBU. Pengendara pun harus mengantre lebih lama untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
Di sisi lain, antrean yang hingga meluber ke badan jalan perlu menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, khususnya di Jalan Brigjen Katamso yang merupakan salah satu jalur aktivitas kendaraan di Bontang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo