Sepatu Sekolah Gratis Bontang Mulai Didistribusikan, Ukuran Tak Pas Bisa Diganti

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:17 WIB
Distribusi sepatu sekolah gratis mulai dilakukan di Bontang. Sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Disdikbud jika ukuran tidak sesuai. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
Distribusi sepatu sekolah gratis mulai dilakukan di Bontang. Sekolah diminta segera berkoordinasi dengan Disdikbud jika ukuran tidak sesuai. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Distribusi perlengkapan sekolah gratis bagi pelajar di Kota Bontang terus dikebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan pembagian perlengkapan, termasuk sepatu, berjalan untuk siswa sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha mengatakan sejumlah perlengkapan sekolah sudah mulai dibagikan. Namun, untuk barang yang berkaitan dengan ukuran, proses distribusi dilakukan secara dinamis menyesuaikan kondisi siswa di lapangan.

“Kalau masih ada yang terkait dengan ukuran-ukuran, kita harus menyesuaikan dengan ukuran yang sebenarnya di lapangan. Kita dinamis saja, tidak statis,” kata Safa usai menghadiri rapat paripurna penyampaian nota keuangan atas Perubahan APBD 2026, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Menurutnya, persoalan ukuran merupakan hal yang wajar dalam distribusi perlengkapan sekolah. Siswa masih berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sehingga kemungkinan terdapat perbedaan ukuran tetap ada.

Karena itu, penyedia diminta fleksibel apabila ditemukan perlengkapan dengan ukuran yang tidak sesuai. Penyesuaian dapat dilakukan secara paralel sehingga tidak menghambat keseluruhan proses distribusi.

“Penyedia insyaallah fleksibel. Karena anak-anak itu bertumbuh dan berkembang, pasti ada selisih ukuran,” ucapnya.

Khusus sepatu sekolah, Safa menyebut proses distribusi masih dalam tahap penyortiran. Meski demikian, pengiriman sudah mulai dilakukan sejak akhir pekan lalu.

Disdikbud Bontang menargetkan pembagian sepatu dapat dituntaskan dalam waktu dua hingga tiga hari.

“Sepatu itu sudah mulai bergerak. Kalau tidak salah Sabtu kemarin sudah mulai. Targetnya dua sampai tiga hari ini,” tutur dia.

Distribusi perlengkapan tersebut mencakup siswa sekolah negeri maupun swasta. Safa berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga perlengkapan sekolah dapat segera diterima para siswa.

Selain menyortir berdasarkan ukuran, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kondisi fisik barang. Jika ditemukan perlengkapan rusak atau tidak sesuai, pihak sekolah diminta segera melaporkannya kepada Disdikbud Bontang.

“Termasuk kalau ada yang rusak, segera ditindaklanjuti di lapangan,” terangnya.

Safa meminta pihak sekolah tidak ragu melaporkan persoalan yang ditemukan setelah perlengkapan diterima. Laporan tersebut diperlukan agar Disdikbud dapat segera berkoordinasi dengan penyedia untuk melakukan penggantian atau penyesuaian.

“Kalau ada hal-hal yang kami temukan kurang sesuai, silakan dilaporkan. Kami siap menindaklanjutinya dengan cepat,” ungkapnya.

Untuk mekanisme penggantian, Safa memastikan koordinasi dengan penyedia tetap berjalan. Barang yang harus dikembalikan karena ukuran atau kondisinya tidak sesuai dapat dikirim bersamaan dengan barang pengganti.

Dengan mekanisme tersebut, siswa diharapkan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan perlengkapan sekolah yang sesuai.

“Bisa paralel. Barang yang tidak sesuai kita kirim kembali, mereka juga mengirim dengan ukuran yang sama,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Disdikbud Bontang belum menerima laporan dari sekolah terkait perlengkapan yang bermasalah. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan selama proses distribusi berlangsung.

Safa berharap sekolah aktif memeriksa perlengkapan ketika barang diterima. Dengan begitu, apabila ditemukan ukuran yang tidak sesuai ataupun kerusakan, persoalan dapat segera diselesaikan tanpa mengganggu aktivitas belajar siswa.

Baca Juga: Karhutla di Bukit Soeharto Kaltim Capai 458 Hektare, Prabowo Minta Api Tak Masuk IKN

Diketahui, Pemkot Bontang mengucurkan anggaran program bantuan perlengkapan sekolah gratis sebesar Rp24,27 miliar.

Berdasarkan data tersebut, pengadaan seragam SD untuk 19.970 siswa dianggarkan Rp7.279.065.000. Sementara seragam SMP bagi 9.850 siswa dialokasikan Rp3.734.135.000.

Seragam terdiri atas atasan berbahan poliester fibre blended dan bawahan American Celebrity drill, lengkap dengan atribut sekolah.

Selain seragam, Disdikbud menyiapkan anggaran sepatu sekolah berbahan mesh atau berpori. Untuk siswa SD, anggaran sepatu mencapai Rp4.405.382.000, sedangkan sepatu SMP sebesar Rp2.172.910.000.

Pengadaan tas sekolah model punggung turut masuk dalam program tersebut. Tas SD dianggarkan Rp3.265.095.000 dan tas SMP Rp1.610.475.000.

Pemkot Bontang juga mengalokasikan anggaran untuk buku tulis. Buku tulis SD sebanyak 19.970 paket dianggarkan Rp1.208.185.000, sedangkan buku tulis SMP sebanyak 9.850 paket dialokasikan Rp595.925.000.

Buku tulis tersebut akan menggunakan desain sampul khusus atau kustom. (*)

Editor : Ery Supriyadi
bontang sepatu sekolah gratis perlengkapan sekolah gratis abdu safa muha disdikbud bontang