KALTIMPOST.ID- Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Bontang menuai sorotan DPRD. Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam meminta PLN lebih bijak menentukan waktu pemadaman, terutama agar tidak dilakukan pada malam hari dan akhir pekan.
Rustam mengatakan, dirinya memahami kondisi kelistrikan Bontang tengah menghadapi sejumlah persoalan. Mulai dari gangguan pembangkit hingga proses overhaul yang membutuhkan penghentian sebagian sistem.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat masyarakat terus terganggu. PLN dinilai tetap perlu mengatur waktu pemadaman dengan mempertimbangkan aktivitas warga. “Kalau memang ada pemadaman, saya mengimbau dilakukan pagi, siang atau sore. Jangan malam hari. Kalaupun terpaksa malam, jangan di hari Sabtu atau Minggu,” kata Rustam, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Andi Burhanuddin Solong Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kaltim PAW Isi Kursi NasDem
Menurutnya, malam akhir pekan menjadi waktu penting bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan penghasilan. Aktivitas perdagangan dan kuliner biasanya meningkat ketika masyarakat keluar rumah menikmati akhir pekan.
Pemadaman pada malam Sabtu maupun malam Minggu dinilai dapat langsung memukul aktivitas ekonomi tersebut. Selain pelaku UMKM, masyarakat yang memanfaatkan malam akhir pekan untuk berkumpul juga ikut terdampak.
“Pelaku UMKM mau mencari rezeki di malam Sabtu dan malam Minggu. Anak-anak muda juga mau nongkrong-nongkrong di pinggir jalan menikmati malam liburan. Ini tentu terganggu,” ucapnya. Rustam juga mengkhawatirkan pemadaman pada malam hingga tengah malam dari sisi keselamatan. Kondisi gelap dapat membuat masyarakat menggunakan sumber penerangan alternatif, termasuk lilin.
Jika tidak digunakan secara hati-hati, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu insiden kebakaran. Karena itu, menurut Rustam, waktu pemadaman harus menjadi perhatian serius PLN. “Yang saya takutkan kalau pemadaman listrik dari jam 9 malam, jam 12 malam dan seterusnya, nanti bisa terjadi insiden. Misalnya kebakaran akibat lilin atau sumber penerangan lainnya,” tutur dia.
Baca Juga: Empat Kali Listrik Padam dalam Sepekan, Warung Makan di Balikpapan Sepi dan Pedagang Merugi
Dia berharap PLN membuat jadwal pemadaman yang lebih terukur sehingga masyarakat dapat melakukan persiapan. Pemadaman pada pagi hingga sore dinilai lebih dapat ditoleransi dibandingkan saat malam hari. Rustam juga berharap kepala PLN yang baru di Bontang memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, keandalan listrik berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat.
“Kalau mau pemadaman, dibuatlah jadwal yang baik. Jangan melakukan pemadaman saat malam hari ataupun hari weekend,” terangnya. Belum lagi pemberitahuan pemadaman bergilir juga dipandang sangat mepet. Bahkan hanya hitungan belasan menit. "Seperti tadi informasinya hanya 10 menit. Ini kacau," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki