BONTANG – Kabut pekat menyelimuti sejumlah kawasan Kota Bontang, Rabu (16/9/2026). Kondisi tersebut mulai terlihat sejak pagi dan semakin jelas pada siang hari.
Salah seorang warga Berebas Tengah, Yanti, mengatakan sempat terjadi gerimis ringan pada pagi hari. Namun, hujan tersebut hanya berlangsung singkat.
“Tetapi ternyata hanya sebentar. Terus di salah satu ujung Bontang seperti putih di bagian atas,” kata Yanti.
Kabut semakin terlihat ketika Yanti hendak kembali menuju kantornya di Jalan Ahmad Yani setelah waktu istirahat kerja.
Di tengah kondisi tersebut, data kualitas udara dari IQAir melalui pemantauan di kawasan Tanjung Laut, Bontang, menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) berada di angka 101. Polutan utama yang terpantau adalah partikel halus PM2.5.
Baca Juga: APBD Bontang Naik Jadi Rp 1,8 Triliun, tapi Target PAD Dipangkas Rp 9,9 Miliar
Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif atau Unhealthy for Sensitive Groups. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 35,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Data pemantauan yang tercantum pada aplikasi IQAir tersebut berasal dari stasiun yang disebut sebagai milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Selain PM2.5, sejumlah parameter pencemar lainnya turut terpantau. Konsentrasi PM10 tercatat 54 µg/m³, ozon (O₃) 55 µg/m³, nitrogen dioksida (NO₂) 21 µg/m³, sulfur dioksida (SO₂) 5 µg/m³, serta karbon monoksida (CO) 171,8 µg/m³.
IQAir juga mencatat konsentrasi PM2.5 saat itu mencapai 7,1 kali di atas nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
IQAir merekomendasikan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kondisi tersebut. Kelompok sensitif juga dianjurkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar.
Selain itu, masyarakat disarankan menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar ke dalam rumah serta menggunakan penyaring udara untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Editor : Muhammad Ridhuan