Kualitas Udara Bontang Masuk Kategori Sedang, Dinkes Minta Warga Waspada

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kualitas udara Kota Bontang mulai menjadi perhatian menyusul munculnya asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, indeks standar pencemar udara (ISPU) parameter PM2,5 berada di angka 75 pada Rabu (16/9) pukul 17.00 Wita.
Angka tersebut masih berada dalam kategori sedang. Kendati demikian, Dinkes Bontang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah perlindungan kesehatan, terutama ketika kondisi udara semakin berasap atau jarak pandang menurun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, kondisi tersebut belum menjadi dasar untuk menyebut situasi sebagai darurat. Dinkes juga belum merekomendasikan peliburan sekolah secara otomatis hanya berdasarkan angka ISPU.
“Belum perlu panik, tetapi sudah harus waspada dan melakukan perlindungan,” kata Toetoek.
Menurutnya, kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya berpatokan pada satu angka pemantauan, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan dan perkembangan informasi resmi pemerintah.
Dinkes Bontang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila udara mulai dipenuhi asap. Kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan penyakit kronis perlu mendapat perhatian lebih.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik. Aktivitas fisik berat, termasuk olahraga atau pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar di luar ruangan, juga sebaiknya dibatasi ketika kualitas udara memburuk.
Selain melindungi diri dari paparan asap, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan cukup beristirahat, mengonsumsi air putih yang cukup, serta menjaga asupan makanan bergizi. Keluhan seperti batuk, pilek, atau sakit tenggorokan juga perlu diperhatikan.
Dinkes meminta masyarakat segera mencari pertolongan medis apabila muncul tanda bahaya, terutama pada balita dan lansia. Gejala tersebut antara lain sesak atau kesulitan bernapas berat, napas sangat cepat, nyeri atau rasa sesak di dada, penurunan kesadaran, maupun kelemahan tubuh secara drastis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




