KALTIMPOST.ID, BONTANG - Gangguan sejumlah pembangkit kembali berdampak pada pasokan listrik di Kota Bontang. Jumat (16/10/2026), pelanggan di sejumlah kawasan harus bersiap menghadapi pemadaman selama empat jam, mulai pukul 11.00 hingga 15.00 Wita.
Sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman masuk dalam daftar wilayah terdampak. Manajer ULP PLN Bontang, Rendra Alfian Raharjo, mengatakan penghentian sementara aliran listrik berkaitan dengan gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak pada sebagian wilayah kerja PLN ULP Bontang Kota.
“Sehubungan dengan adanya gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak pada sebagian wilayah kerja PLN ULP Bontang Kota, maka akan dilakukan penghentian sementara aliran listrik,” kata Rendra.
Pelanggan di wilayah terdampak diimbau mengantisipasi kebutuhan listrik sebelum penghentian sementara dilakukan. “PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan,” ucapnya.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Jalan HM Ardans, sebagian Jalan A Yani, Jalan Sultan Syahrir, Jalan Selat Karimata, Jalan Habibon, Jalan Selat Rote, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan WR Soepratman, Jalan Cumi-Cumi, dan Jalan Kenangan.
Pemadaman juga mencakup Jalan A Yani, Jalan MT Haryono, Jalan Pencak Silat, Jalan Patimura, Jalan Kalimantan, Jalan Sulawesi, Jalan Flores, Jalan Tidore, Jalan Samosir, Jalan Maluku, hingga kawasan KCY.
Luasnya wilayah terdampak membuat masyarakat perlu mengatur aktivitas selama pemadaman berlangsung. Rumah tangga, perkantoran, dan pelaku usaha yang mengandalkan peralatan elektronik maupun mesin berbasis listrik diimbau menyiapkan langkah antisipasi.
PLN mengingatkan jadwal pemadaman tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi kelistrikan. Perubahan bisa berupa penyesuaian waktu, durasi penghentian sementara, bahkan pembatalan pemadaman.
Karena itu, pelanggan diminta terus memantau informasi resmi PLN untuk mengetahui perkembangan penanganan gangguan dan pemulihan pasokan listrik di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, PLN mengajak masyarakat turut menjaga keandalan pasokan listrik dengan menggunakan energi secara bijak. Imbauan ini terutama berlaku pada periode beban puncak, yakni pukul 18.00–21.00 Wita.
Pelanggan disarankan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.
PLN ULP Bontang Kota juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan tersebut. Masyarakat diharapkan memahami proses penanganan yang dilakukan serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kondisi kelistrikan. (*)
Editor : Sukri Sikki