BONTANG- Tiga hari tiga malam berjibaku memadamkan kebakaran lahan di kawasan Bonles, Bontang Barat, menguras tenaga personel pemadam kebakaran. Di tengah potensi api kembali menyala, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang Amiluddin meminta seluruh petugas memulihkan stamina dan menjaga kesehatan agar siap menghadapi kondisi darurat berikutnya.
Kebakaran yang melanda kawasan Jalan Soekarno-Hatta itu mengharuskan pengerahan armada secara maksimal. Area terdampak diperkirakan lebih dari 20 hektare, dengan proses pemadaman berlangsung selama tiga hari tiga malam.
Amiluddin mengatakan, seluruh armada yang dimiliki Disdamkartan dikerahkan untuk mendukung penanganan kebakaran. Pengerahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran api di tengah kondisi lahan yang cukup luas.
“Saat ini pasca kami tarik, petugas harus bisa memanfaatkan waktu untuk istirahat,” katanya saat dihubungi, Minggu (18/10/2026).
Menurut Amiluddin, upaya penanganan tidak bisa hanya mengandalkan satu unit atau satu pos pemadam. Seluruh armada yang tersedia dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran yang berlangsung berhari-hari tersebut.
Meski begitu, kondisi di lapangan mulai menunjukkan perkembangan positif setelah hujan turun pada Sabtu malam. Hingga Minggu pagi, petugas tidak lagi melakukan pemadaman langsung di lokasi karena kondisi kebakaran dinilai mulai terkendali.
Namun, situasi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan ancaman. Asap masih terlihat dari area terdampak, sementara perubahan cuaca dapat memicu bara kembali menyala.
“Saya enggak tahu kalau nanti sore ini kembali lagi bergejolak, karena terik panas saat ini bergitu terasa,” ucapnya.
Kondisi itu membuat kesiapan personel tetap menjadi hal penting. Petugas yang baru menyelesaikan penanganan kebakaran dengan durasi panjang membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan tenaga. Terlebih, kebakaran lahan memiliki potensi berulang ketika bara belum sepenuhnya padam dan cuaca kembali mendukung penyebaran api.
Amiluddin menegaskan, menjaga kesehatan menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan petugas. Ia mengingatkan personel agar menggunakan waktu istirahat dengan baik dan tidak melakukan aktivitas di luar tugas yang membuat waktu tidur berkurang.
“Ya, saya sih hanya menghimbau kepada anak-anak supaya istirahat yang full,” ujarnya.
Ia juga meminta personel tidak memaksakan diri begadang ketika sedang tidak bertugas. Menurutnya, kebugaran fisik diperlukan agar petugas dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik ketika kembali menghadapi keadaan darurat.
“Jangan sampai di luar daripada tugas juga ikut begadang gitu,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan di tengah potensi kebakaran susulan yang masih cukup besar. Amiluddin mengingatkan bahwa kondisi lahan yang tampak aman belum tentu menjamin tidak ada bara yang tersisa. Perubahan cuaca, terutama ketika panas kembali meningkat, dapat memengaruhi situasi di lokasi.
“Bagaimanapun juga ini adalah sangat penting buat kita ini untuk menjaga kesehatan,” katanya.
Karena itu, pemulihan kondisi fisik personel menjadi perhatian setelah pengerahan besar-besaran dalam penanganan kebakaran. Kesiapan petugas diperlukan agar Disdamkartan dapat kembali bergerak cepat apabila muncul titik api baru.
Sebelumnya petugas damkar secara bergantian terus berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman. Bahkan masyarakat Bontang pun mengirimkan beberapa logistik untuk asupan makanan petugas selama menjalankan tugas. (*)
Editor : Ismet Rifani