Peserta TKA Terdampak Gangguan di Hari Kedua, Dijadwalkan Ulang Besok

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:48 WIB
TES HARI II: Peserta TKA SMA sederajat yang terkena dampak gangguan di hari kedua sesi pertama akan mengikuti tes esok hari. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
TES HARI II: Peserta TKA SMA sederajat yang terkena dampak gangguan di hari kedua sesi pertama akan mengikuti tes esok hari. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BALIKPAPAN- Gangguan jaringan mewarnai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan sederajat pada hari kedua, Selasa (27/10). Sejumlah peserta terdampak kendala teknis saat mengikuti ujian sesi pertama. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun menyiapkan sesi khusus pada Jumat (30/10/2026) bagi murid yang membutuhkan penjadwalan ulang agar tetap memperoleh kesempatan mengikuti asesmen.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Bontang Harwanti menekankan pentingnya kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan TKA. Persiapan tidak hanya berkaitan dengan peserta, tetapi juga mencakup perangkat ujian, jaringan internet, serta koordinasi petugas di sekolah.

“Pelaksanaan TKA membutuhkan persiapan yang matang dari seluruh unsur di sekolah. Kesiapan perangkat dan dukungan teknis perlu diperhatikan agar peserta dapat mengikuti asesmen dengan baik,” kata Harwanti, Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan siaran pers Kemendikdasmen Nomor 906/sipers/A6/X/2026, TKA jenjang SMA/SMK/MA/MAK dan sederajat berlangsung pada 26–27 Oktober 2026. Secara umum, pelaksanaan selama dua hari tersebut berjalan aman dan lancar, meskipun terdapat kendala jaringan pada sesi pertama hari kedua yang berdampak terhadap sebagian murid.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan setiap kendala dapat ditangani.

Bagi murid yang mengalami gangguan saat pelaksanaan dan membutuhkan penjadwalan ulang, Kemendikdasmen menyediakan sesi khusus pada Jumat (30/10), mulai pukul 07.00 WIB.

Harwanti menilai, informasi mengenai mekanisme penanganan kendala teknis perlu disampaikan secara jelas kepada peserta maupun pihak sekolah. Dengan demikian, murid dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila mengalami hambatan selama asesmen.

“Sekolah perlu memastikan informasi terkait pelaksanaan ujian tersampaikan dengan baik kepada murid. Kejelasan informasi penting supaya peserta memahami prosedur yang harus diikuti ketika menghadapi kendala teknis,” ucapnya.

Selain kesiapan teknis, pengawasan selama pelaksanaan asesmen juga menjadi bagian penting untuk menjaga ketertiban. Koordinasi antara kepala sekolah, proktor, pengawas, dan petugas terkait diperlukan agar pelaksanaan ujian berjalan sesuai ketentuan.

Harwanti juga menyoroti pentingnya evaluasi setelah pelaksanaan TKA. Evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan asesmen berikutnya, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan gangguan yang berpotensi menghambat peserta.

“Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui bagian mana yang masih harus diperbaiki. Hasil evaluasi tersebut bisa menjadi bahan persiapan agar pelaksanaan asesmen berikutnya berjalan lebih baik,” tutur dia. 

Di sisi lain, peserta diharapkan tetap tenang ketika menghadapi kendala selama ujian. Penanganan yang terkoordinasi diperlukan agar persoalan teknis tidak mengurangi kesempatan murid mengikuti asesmen sesuai ketentuan.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap murid memperoleh kesempatan yang adil. Pelaksanaan asesmen harus tetap mengedepankan objektivitas, kejujuran, dan ketertiban,” tutup Harwanti. (*)

Editor : Ismet Rifani
Harwanti MKKS SMA Bontang TKA Jadwal Ulang TKA Terganggu jaringan