KALTIMPOST.ID, Berlatar belakang teman satu sekolah yang sama, yakni SMA 1 Samarinda, Safara Band hadir sebagai band baru kebanggaan Smansa pada 2018.
Awalnya band ini lahir dengan nama Stereo Band, namun beberapa waktu kemudian berganti menjadi Safara Band.
Dengan Personil Rangga Muzakki (gitaris), Aura Syifa sebagai (vokalis), Akiko Danapati (keyboardis), Farhan Farnandi (saxophonis), Asjad Suwardana (drummer) mereka serius menggeluti dunia permusikan Samarinda.
Band yang bergenre pop rock ini menunjukkan keseriusannya dengan sering memperkenalkan diri melalui festival dan panggung ke panggung.
“Sejauh ini kami berhasil masuk ke panggung-panggung dan konser besar di Samarinda. Fokus kami juga sekarang itu masuk di panggung besar di Samarinda baik lokal maupun nasional,” sebut Mute selaku Manajer Safara Band.
Kehadiran mereka tidak hanya mengisi ruang-ruang kecil, tetapi juga menunjukkan dedikasi yang besar untuk mencapai sukses yang lebih luas.
Di perjalanan awal, band ini memperoleh kesempatan langka yakni mewakili sekolah dalam lomba musikalisasi puisi tingkat nasional.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Kantor Bahasa, menjadi salah satu momen berharga dalam bertumbuhnya band.
Kepercayaan yang diberikan kepada Safara Band untuk membawa nama sekolah ke tingkat nasional adalah pencapaian yang dibanggakan.
Sejak saat itu, Safara terus berkembang dan menemukan suara khas mereka. Kini, band ini dikenal dengan genre pop rock yang menyegarkan. Dengan tiga single yang telah dirilis "Ingat Aku," "Pelukku Bukan Untukmu," dan satu single lagi yang akan hadir dalam waktu dekat.
Saat ini, Safara sedang mempersiapkan peluncuran single terbaru mereka yang akan dirilis pada 6 September mendatang.
Saat ini mereka sedang mempersiapkan diri untuk jelang perilisan single ketiga mereka.
Seiring dengan peluncuran mendatang, Safara tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang telah membawa mereka sejauh ini.
Dedikasi mereka terhadap musik, serta kemauan untuk terus berkembang, menjadikan mereka salah satu band yang patut diperhitungkan di Samarinda. (ndu)
Editor : Dwi Puspitarini