Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kabar Baik! Pemerintah Perluas Ruang Ekspresi dan Fasilitasi Wayang Klasik hingga Kontemporer

Ari Arief • Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:57 WIB

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat menerima delegasi UNIMA.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat menerima delegasi UNIMA.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan RI memberikan dukungan penuh terhadap rangkaian peringatan Hari Wayang Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 April 2026 di Yogyakarta.

Agenda ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan wayang sebagai warisan budaya takbenda milik Indonesia.

Dukungan tersebut ditegaskan oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat menerima kunjungan delegasi Union Internationale de la Marionnette d’Indonesie (UNIMA) di Jakarta. Fadli Zon menekankan bahwa pelestarian seni pewayangan adalah tanggung jawab kolektif.

Ia juga menyoroti kekayaan jenis wayang di Tanah Air yang sangat beragam, mulai dari kategori klasik hingga jenis yang mulai langka.

"Keragaman varian wayang kita sangat luar biasa sejak dulu, mencakup Wayang Wahyu, Wayang Sukha, hingga Wayang Krucil dan masih banyak lagi," ungkapnya.

Baca Juga: Kenapa Gratispol Kaltim Ada Batasan Rp 5 Juta? Biro Kesra Bongkar Alasannya: Fiskal dan Aturan Pusat

Perlu diingat bahwa sejak tahun 2003, wayang telah mendapatkan pengakuan global sebagai warisan budaya karena nilai seninya yang tinggi serta kedalamannya sebagai refleksi kebijaksanaan lokal.

Ketua UNIMA, Dimas Samodra Rum, menjelaskan bahwa perhelatan tahun 2026 tidak hanya akan menyuguhkan pertunjukan seni.

Berbagai kegiatan pendukung telah disiapkan, antara lain seminar kebudayaan berupa diskusi mendalam mengenai arah pengembangan seni tradisi. Ruang temu seniman berupa wadah kolaborasi bagi para praktisi budaya.

Kegiatan lainnya adalah pameran karya dengan menampilkan kekayaan visual pewayangan, dan pemberdayaan ekonomi melalui pelibatan pelaku UMKM yang bergerak di sektor tradisi.

Pertunjukan yang ditampilkan nantinya akan mencakup spektrum yang luas, mulai dari wayang klasik, wayang yang terancam punah, hingga eksperimen wayang kontemporer.

Baca Juga: Ramadan Jadi Ujian Awal, Pengusaha Mal Siapkan Strategi untuk Dongkrak Belanja

Kementerian Kebudayaan berkomitmen bahwa pelestarian wayang tidak boleh berhenti pada acara seremonial semata.

Fokus utama ke depan adalah memperkuat ekosistem pewayangan melalui kebijakan yang mendukung regenerasi pelaku seni serta memberikan fasilitas nyata bagi sanggar-sanggar wayang di seluruh pelosok negeri.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#april #yogyakarta #pameran #Hari Wayang Dunia