KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Hujan rupanya masih mengguyur proyek pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meski demikian, pemerintah masih melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), untuk mengurangi intensitas hujan pada wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga 28 Agustus 2024 mendatang.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda, Maeka Rindra Hariyanto mengatakan pelaksanaan OMC dilaksanakan sejak 19 Juli hingga 28 Agustus 2024.
Dalam operasi ini, Bandara APT Pranoto, Samarinda menjadi tempat base operation atau basis operasi dari kegiatan OMC.
Sementara pelaksana operasi adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Sampai tanggal 28 Agustus 2024, Bandara APT Pranoto beroperasi selama 24 jam. Untuk teknisnya silakan ditanyakan ke BMKG,” singkatnya saat dikonfirmasi Kaltim Post, Senin (26/8).
Salah satu proyek yang terdampak hujan ini, adalah pembangunan Bandara IKN di Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.
Baca Juga: Pos Indonesia Buka Gerai Baru di IKN, Kenalkan Kendaraan Listrik Mitsubishi untuk Operasional
Bahkan pada Minggu (25/8), kegiatan pengecoran landasan pacu atau runway tetap dilaksanakan. Untuk mengejar penyelesaian pembangunan runway pada akhir Agustus 2024.
“Hari ini walaupun dengan kondisi gerimis, kita bisa capai 1.025 meter. Yang targetnya nanti awal September menjadi 2.200 meter, sehingga bisa didarati pesawat jet B737,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/8).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (4/8) menyebut OMC secara intensif yang dilakukan BMKG selama 24 jam di wilayah IKN, berhasil mengurangi kejadian hujan hingga 97 persen.
Operasi tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang di kawasan tersebut.
Di antaranya adalah Istana Kepresidenan, Bandara IKN, dan juga Jalan Tol menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
"Alhamdulillah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan BMKG sejak Juli lalu berhasil mengurangi kejadian hujan yang turun hingga 97 persen. Sementara 3 persennya adalah hujan yang masih terjadi namun lebih bersifat lokal. Dengan intensitas ringan dan durasi yang singkat, yaitu berkisar 1 jam," ungkap Dwikorita.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko