"Pada Juli, TPK kita adalah sebesar 69,88 persen. Menurun dibanding bulan sebelumnya yakni Juni yang mencatatkan TPK 70,20 persen. Dibanding Juli 2023 naik sebesar 6,84 poin. Dimana pada Juli 2023 tercatat 63,04 persen," bebernya.
Berdasarkan klasifikasi hotel, hotel bintang lima catatkan TPK tertinggi. Mencapai 78,38 persen. Sebaliknya, terendah pada klasifikasi hotel bintang satu yaitu 45,84 persen. Sedangkan bintang dua, tiga dan empat berturut-turut angkanya yakni 61,21 persen, 69,80 persen dan 75,29 persen.
Yusniar juga merinci lama tamu menginap. Dan datanya turun 0,03 poin dibanding Juni. Namun secara yoy, naik 0,17 poin. Yaitu selama 1,78 hari.
Masuk Agustus, okupansi tumbuh sangat positif. Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim Sahmal Ruhip. "Sebelum Agustus itu standar, kisaran 50-60 persen. Mulai kelihatan sekali itu seminggu sebelum upacara HUT RI di IKN. Masuk tanggal 11-12 Agustus itu di atas 60-70 persen. Nah, masuk 15-16 Agustus bisa dibilang full untuk hotel bintang 3 sampai 4," bebernya.
Diakui jika jumlah hotel berbintang di Balikpapan lebih banyak. Hal itu mengakomodir ketersediaan kamar untuk tamu yang ke IKN.
"Kalau ada event apalagi nasional, Balikpapan ini sudah bisa dan biasa. Jadi untuk menanggulangi jumlah tamu itu bisa. Apalagi di IKN juga sudah ada akomodasi, infonya ada 195 kamar di sana. Beberapa daerah yang jadi tamu juga datangnya enggak sekaligus, jadi evaluasinya masih aman," lanjutnya Senin (9/9) kemarin.
Pasca event HUT RI tersebut, okupansi khususnya di Balikpapan mulai kembali normal. Dalam penuturannya, kembali di angka rata-rata 50-60 persen. Kaltim juga mencatatkan okupansi tertinggi se-Indonesia. " Ya imbas pelaksanaan upacara kemerdekaan perdana di IKN serta berbagai event-event nasional lain seperti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Juni lalu," jelasnya.
Di tingkat nasional pun Kaltim torehkan angka di atas rata-rata. "Bisa dipastikan tumbuh positif tetap di atas 50 persen. Jadi angin segar perhotelan," tu
tupnya.
Editor : Uways Alqadrie