KALTIMPOST.ID, Ratusan warga, tokoh adat, pelajar, dan pejabat negara tampak memadati kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara untuk mengikuti kegiatan Nusantara Cultural Festival yang telah digelar di Amphitheatre Plaza Ceremony, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (30/5) malam.
Acara ini menjadi momen penting dalam upaya pelestarian budaya nasional, sekaligus mempererat kerukunan antarsuku di tengah pembangunan IKN.
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI, Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Si., serta Kepala Otorita IKN, Dr. HC Ir. HM Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., bersama para pejabat OIKN, tokoh adat, dan pemangku kebudayaan dari berbagai daerah.
Pengamanan untuk kegiatan ini dilakukan oleh jajaran Polres PPU, sehingga acara dapat berlangsung dengan tertib, aman dan nyaman sampai festival rampung dilaksanakan.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, SIK, MM, M.Tr.SOU, melalui Kapolsek Sepaku, Iptu Syarifuddin, SH, menyampaikan bahwa jajaran kepolisian mendukung penuh kegiatan ini, termasuk dalam hal pengamanan dan keselamatan.
“Kami telah menyiapkan personel gabungan dari Polres PPU dan personel Polsek Sepaku, Satgas ONM KIPP, dan Brimob Gegana untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib. Ini adalah bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian budaya serta terciptanya suasana damai di wilayah IKN,” kata Iptu Syarifuddin dalam keterangannya, Minggu (1/6).
Dikatakan, festival dibuka dengan parade budaya nusantara yang dilepas langsung oleh Kepala OIKN, HM Basuki Hadimuljono.
Sebanyak 31 sanggar seni dan komunitas adat dari berbagai provinsi menampilkan kekayaan busana tradisional, tari-tarian, dan simbol-simbol budaya lokal.
Parade ini dilanjutkan dengan pentas seni kolosal, pertunjukan Betoreh Paser, dan berbagai penampilan dari sanggar seni lokal hingga nasional.
Kegiatan juga diaramaikan oleh kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon ke gerai usaha mikor kecil menengah (UMKM), serta sesi makan malam bersama tamu undangan.
Dalam acara ini, Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa festival ini mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi pondasi pembangunan IKN.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai jiwa dari bangsa Indonesia.
Ia mengajak generasi muda untuk menyelamatkan budayanya sendiri dan tidak larut dalam pengaruh budaya asing yang merusak jati diri bangsa.
“Kebudayaan kita sangat kaya. Jangan sampai warisan ini hilang. Mari kita kenalkan kembali kepada anak-anak kita agar tetap terjaga dan dihargai,” kata Fadli Zon.
Sebagai bentuk apresiatif, dalam festival ini panitia memberikan penghargaan kepada peserta parade terbaik masing-masing untuk juara 1 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU; juara 2 Sanggar Raja Muda Bengkulu; juara 3 Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB); juara harapan 1 Pengurus Pusat Lembaga Adat Paser (LAP) Tana Paser; juara arapan 2 diperoleh oleh Sanggar Seni Felefet Dinas Kebudayaan dan Paiwisata (Disbudpar) Kabupaten Malinau.
Festival ini selanjutnya ditutup dengan penampilan musik tradisional dan sesi foto bersama. Kapolsek Sepaku, Iptu Syarifuddin memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif, berkat koordinasi semua pihak.
Festival Budaya Nusantara bukan sekadar perayaan budaya, namun juga momentum penting untuk menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak lepas dari akar budaya dan kearifan lokal yang kuat. ***
Editor : Dwi Puspitarini