Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kontroversi Historisitas Kota, Pengamat Nilai IKN "Lucu" karena Tetiba Muncul dari Hutan

Ari Arief • Sabtu, 8 November 2025 | 18:41 WIB

Istana Garuda di IKN
Istana Garuda di IKN

KALTIMPOST.ID, JAKARTA -Prof. Ferry Latuhihin, seorang Pengamat Ekonomi, menyampaikan mengenai definisi sebuah kota. Menurutnya, syarat penting agar suatu wilayah dapat disebut kota adalah memiliki latar belakang sejarah yang kuat.

Secara tersirat, melihat Latuhihin mengkritisi keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Ia menyebut IKN sebagai kota yang aneh dan "lucu" karena kehadirannya yang tiba-tiba muncul di tengah hutan.

"Ya kalau IKN ini kan lucu, gimana sih tiba-tiba ada kota muncul dari dalam hutan? Kan enggak ada," ujar Latuhihin, seperti dikutip dari kanal YouTube Hendri Satrio Official , Jumat (7/11/25).

Latuhihin membandingkannya dengan Kota Jakarta, yang terbentuk melalui proses sejarah yang panjang, mulai dari zaman penjajahan Belanda (VOC) hingga berkembang menjadi pusat perdagangan dan budaya.

Baca Juga: Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau SPBU Sepaku, Pastikan Kualitas dan Kuantitas BBM di IKN Terjaga

“Yang kota namanya itu adalah satu, kota itu tidak tiba-tiba muncul, kota itu punya sejarah, kayak Jakarta ini kan sejarah penjajahan dari zaman VOC juga berkembang menjadi suatu kota perdagangan, dari kota perdagangan muncul kota budaya,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan sebuah kota memerlukan waktu yang lama dan tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat, sebuah perumpamaan untuk IKN yang dibangun hanya dalam beberapa tahun.

“Itu kota loh , enggak bisa dibangun dalam satu malam,” sebut Latuhihin. “Tiba-tiba dari hutan muncul kota, itu sudah salah,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa setiap kota, baik Jakarta maupun kota internasional seperti Amsterdam, memiliki proses historisnya sendiri. “Setiap kota itu ada sejarahnya. Enggak ujuk-ujuk dari hutan tiba-tiba muncul satu kota gitu loh , ya simsalabim , hah gitu kan, itu sudah salah,” tambahnya.

Baca Juga: Peduli Kesehatan Mental, Workshop Otorita IKN Gelar dan Layanan Konseling

Saat ditanya mengenai prospek IKN ke depan, Latuhihin sempat berkelakar dengan menyebut IKN bisa dijadikan tempat panti pijat.

IKN Dianggap Rentan Menjadi 'Kota Hantu'

Menanganggapi laporan media asing Inggris, The Guardian , yang memuat artikel berjudul " Ibu Kota Baru Indonesia, Nusantara, Dalam Bahaya Menjadi 'Kota Hantu '" pada Rabu, 29 Oktober 2025, Peneliti Profesor Sulfikar Amir memberikan tanggapan.

Menurut Sulfikar, fenomena Kota Hantu atau Ghost City pada sebuah kota atau negara bukanlah hal baru dan umum terjadi.

“Fenomena Ghost town atau Kota Hantu ini bukan yang pertama kali di IKN. Di negara-negara lain juga terjadi, biasanya karena adanya masalah finansial yang berkurang, sehingga mereka tidak bisa mencapai target yang ingin dikejar,” terangnya.

Baca Juga: Dapat Mendukung Penuh Presiden, Basuki Hadimuljono: Pembangunan IKN Tak Bisa Lagi Mundur

Ia menambahkan bahwa bahkan proyek berskala besar dengan dukungan finansial yang besar pun bisa berakhir menjadi Kota Hantu, mencontohkan kasus yang pernah terjadi di Tiongkok.

Sulfikar menilai bahwa masalah-masalah yang kini muncul satu per satu terkait IKN merupakan risiko yang sudah diprediksi oleh para ilmuwan dan ahli perkotaan sejak 3-4 tahun lalu.

“Kalau kita lihat sekarang yang muncul itu adalah satu masalah yang sudah diprediksi oleh para ilmuwan dan ahli perkotaan 3-4 tahun yang lalu ketika Pak Jokowi ngotot mau memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur,” kata Sulfikar. Prediksi tersebut mencakup masalah lingkungan, potensi banjir, isu sosial, hingga potensi penyakit endemik seperti malaria di kawasan tersebut. (*)


Editor : Uways Alqadrie
#Lucu #IKN #panti pijat #hantu #kota