Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

IKN Bukan Cuma Desain, ASN OIKN Harus Jadi 'As-Sabiqun Al-Awwalun' dan Teladan Nasional

Ari Arief • Senin, 1 Desember 2025 | 10:56 WIB

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menekankan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) jauh melampaui sekadar desain fisik dan infrastruktur.

Menurutnya, IKN merupakan momen krusial untuk membentuk kultur birokrasi dan etos kerja aparatur sipil negara (ASN) Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) agar dapat dijadikan teladan bagi seluruh daerah lain di Indonesia.

"IKN ini bukan hanya tentang mendesain, tetapi juga mengenai etos kerja dan budaya kerja tadi. Ini harus menjadi percontohan bagi semua [ASN yang ada]," tegas Bima dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (1/12/2025).

Dalam kesempatan dialog tersebut, Bima menyoroti pentingnya mendengarkan langsung tantangan yang dihadapi oleh ASN di lapangan. Ia memandang proyek IKN bukan hanya pembangunan struktural atau teknis perencanaan, melainkan proses transformasi birokrasi yang diharapkan menjadi standar baru bagi tata kelola pemerintahan di masa depan.

Baca Juga: Otorita IKN Genjot Pembangunan PLTS Senilai Rp 900 Miliar Demi Energi Bersih

Bima menilai keputusan pemindahan ibu kota adalah langkah politik yang sangat tepat. Berdasarkan pengalamannya memimpin Kota Bogor selama sepuluh tahun, ia memahami beratnya beban ganda yang dipikul Jakarta sebagai pusat pemerintahan, pusat ekonomi, dan pusat aktivitas nasional.

Fokus utama saat ini, imbuhnya, adalah memastikan pembangunan IKN selaras dengan arahan kebijakan pemerintah. ASN yang pertama kali bertugas di OIKN memiliki peran vital sebagai generasi perintis yang meletakkan fondasi tata kelola pemerintahan baru.

Karena peran strategis ini, Bima menjuluki mereka sebagai "As-Sabiqun Al-Awwalun", yakni kelompok awal yang akan menetapkan nilai, budaya kerja, dan standar pelayanan publik di IKN.

Lebih lanjut, Bima menekankan bahwa OIKN harus menjadi model penerapan tata kelola pemerintahan yang modern. Meskipun instrumen seperti digitalisasi layanan, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dan konsep smart city sangat penting, ia menegaskan bahwa semua itu harus diperkuat dengan karakter, integritas, dan etos kerja yang solid.

Baca Juga: Otorita IKN Genjot Pembangunan PLTS Senilai Rp 900 Miliar Demi Energi Bersih

"Hal yang paling mendasar adalah bukan hanya soal kompetensi, tapi karakter," ujarnya.

Ia berharap ASN OIKN dapat tampil sebagai role model melalui profesionalitas, orientasi pelayanan publik, integritas tinggi, dan kedisiplinan kerja. Bima mendorong ASN OIKN untuk memperkuat komitmen mereka dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berfokus pada masyarakat.

Bima menyimpulkan bahwa kunci terwujudnya IKN sebagai pusat pemerintahan modern yang menjadi rujukan nasional adalah kolaborasi, inovasi, dan konsistensi dalam menerapkan budaya kerja yang unggul. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan peran ASN OIKN sebagai garda terdepan dalam membentuk standar birokrasi baru di ibu kota negara.(*)

Editor : Almasrifah
#Wamendagri #infrastruktur #IKN