KALTIMPOST.ID,IKN-Demi memastikan pasokan air yang berkelanjutan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN telah menjalin kontrak kerja sama pembangunan embung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B dan 1C, serta kolam retensi.
Penandatanganan dilakukan baru-baru ini bersama sejumlah perusahaan penyedia jasa, yaitu PT Bumi Karsa, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya.
Prosesi penandatanganan tersebut diresmikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen XXII-2025 Otorita IKN, Iryans Muhyono, dan Pejabat Pembuat Komitmen XXIII-2025 Otorita IKN, Sigit Marwanto, bersama perwakilan dari masing-masing kontraktor. Seluruh acara ini disaksikan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Kesepakatan ini menggarisbawahi komitmen Otorita IKN dalam mempercepat penyelesaian infrastruktur sumber daya air. Hal ini menjadi fondasi esensial bagi sebuah ibu kota yang dirancang untuk menjadi aman, tangguh, dan memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: IKN Bukan Cuma Desain, ASN OIKN Harus Jadi 'As-Sabiqun Al-Awwalun' dan Teladan Nasional
Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasinya atas langkah strategis ini sebagai upaya percepatan pembangunan Nusantara.
"Ini merupakan sinyal kuat bahwa pembangunan IKN terus berlanjut dan akan kita tuntaskan dalam waktu yang singkat, sebelum tahun 2028. Embung-embung ini, seperti yang telah disampaikan oleh Agus Ahyar, Direktur Sarana dan Prasarana Sosial, akan menambah 24 badan air baru dengan kapasitas total 2 juta meter kubik.
Jumlah ini melengkapi 2 juta meter kubik yang sudah tersedia dari 30 embung yang sudah ada," jelas Basuki dalam rilis pers resminya.
Dukung Konsep Sponge City dan Konservasi
Pembangunan embung dan kolam retensi ini memiliki peran vital dalam mendukung konsep Sponge City atau Zero Delta Q yang diterapkan di Nusantara. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk menampung, menyerap, dan mengontrol aliran air permukaan, dengan tujuan meminimalkan risiko limpasan air yang berlebihan serta menjaga keseimbangan hidrologis wilayah.
Melalui mekanisme ini, proyek pembangunan ini secara aktif mendukung sistem konservasi air yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya tahan lingkungan terhadap efek perubahan iklim. Selain fungsi konservasi, keberadaan badan-badan air ini juga memberikan nilai estetika tambahan dan meningkatkan kualitas ruang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Embung dan kolam retensi turut memperindah lanskap kota, menciptakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memperkuat karakter Nusantara sebagai ibu kota yang hijau, rindang, dan memadukan pembangunan modern dengan keberlanjutan alam.
Area-area ini juga direncanakan menjadi pusat interaksi sosial, rekreasi publik, dan ruang komunal yang menunjang kualitas hidup penduduk.
Manfaat lainnya mencakup penyediaan cadangan air baku sekunder yang dapat dimanfaatkan untuk menyiram taman, memenuhi kebutuhan insidental seperti pemadaman kebakaran, hingga berkontribusi menurunkan suhu udara di sekitar kawasan.
Dengan fungsi ganda sebagai pengendali banjir pada skala mikro maupun makro, pembangunan embung dan kolam retensi ini menjadi elemen kunci dalam mewujudkan infrastruktur dasar Nusantara yang aman, resilien, adaptif, dan berkelanjutan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko