Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Satgas OIKN dan BKKBN Gerak Cepat, 3.000 Keluarga IKN Disasar dalam Perang Melawan Stunting

Ari Arief • Minggu, 7 Desember 2025 | 14:03 WIB

SATGAS: Otorita IKN bersama BKKBN Kaltim membentuk satgas khusus untuk OIKN cegah stunting.
SATGAS: Otorita IKN bersama BKKBN Kaltim membentuk satgas khusus untuk OIKN cegah stunting.

KALTIMPOST.ID,IKN-Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah menjalin kemitraan erat dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Kerja sama ini berfokus pada penanggulangan risiko stunting di wilayah sekitar IKN.

Melalui pembentukan satuan tugas (satgas) khusus, mereka menargetkan intervensi pada 3.000 keluarga yang teridentifikasi berisiko stunting di area delineasi IKN.

Langkah sigap dan terencana ini adalah manifestasi keseriusan pemerintah daerah dalam menekan angka prevalensi stunting yang masih tergolong tinggi.

Kemitraan ini merupakan bagian integral dari visi pemerintah daerah untuk mencetak generasi IKN yang lebih prima, sehat, dan berdaya saing di masa mendatang. Data menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kaltim mencapai 22%, sebuah angka yang melampaui rata-rata nasional sebesar 19%.

Kondisi ini memerlukan penanganan yang cepat dan efektif agar potensi sumber daya manusia (SDM) di wilayah penyangga IKN tidak terhambat.

Baca Juga: Percepatan Tahap II IKN, Delapan Kontrak Baru Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif Resmi Diteken

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Nurizky Permanajati, menggarisbawahi urgensi penerapan model kerja sama pentahelix dalam upaya penurunan stunting.

Model ini mengharuskan adanya keterlibatan harmonis dari lima pilar utama pemerintah, akademisi, sektor swasta/dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media massa.

Setiap entitas ini memegang peranan vital, mulai dari penyusunan kebijakan, riset ilmiah, dukungan pendanaan, aksi komunitas, hingga penyebaran informasi dan edukasi.

Penanganan masalah stunting di Kaltim memerlukan sebuah pendekatan yang holistik, terpadu, dan menyeluruh. "Secara umum, prevalensi stunting di Provinsi Kaltim tergolong cukup tinggi, yakni 22 persen, melebihi rata-rata nasional yang berada di angka 19 persen," terang Nurizky Permanajati.

Atas dasar itu, pola kolaborasi pentahelix menjadi krusial dalam mengatasi tantangan kesehatan ini, memastikan semua sektor bergerak aktif dan berkesinambungan.

Dalam kerangka pentahelix, kontribusi tiap unsur sangat spesifik: pemerintah membuat regulasi, akademisi menghasilkan temuan berbasis penelitian, dunia usaha menyediakan dukungan dana, komunitas mengorganisir upaya kolaboratif, dan media bertugas menyajikan informasi serta edukasi publik.

Baca Juga: Polres PPU Gelar Sispamkota 2025, Kapolres Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Dinamika Keamanan IKN

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pencegahan stunting yang efektif dan sejalan dengan fokus OIKN terhadap pembangunan berkelanjutan.

Pilar utama dari kerja sama ini adalah edukasi. Pentingnya pemahaman tentang gaya hidup sehat, praktik sanitasi yang memadai, dan pola gizi yang tepat sangat dibutuhkan.

Hal ini berkaitan langsung dengan pemenuhan nutrisi esensial bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak pada periode awal kehidupannya. Program masif pencegahan stunting terus digalakkan sebagai respons nyata.

Fokus utama kampanye edukasi pencegahan stunting diarahkan pada rentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode kritis ini membentang dari masa konsepsi (kehamilan) hingga anak mencapai usia dua tahun, di mana pertumbuhan dan perkembangan terjadi paling pesat. Edukasi intensif ini bertujuan memberdayakan orang tua agar memahami pentingnya asupan gizi seimbang sejak dini.

Kesadaran akan 1.000 HPK adalah elemen fundamental dalam Program OIKN Stunting.

Baca Juga: IKN Mulai Bangun Embung dan Kolam Retensi untuk Air Berkelanjutan

"Seribu Hari Pertama Kehidupan adalah fokus atensi serius bagi kami. Masa ini sangat perlu diwaspadai karena stunting bisa terjadi, namun pada periode ini pula stunting masih bisa dicegah atau dikoreksi," ujar Nurizky Permanajati.

Oleh karena itu, edukasi komprehensif kepada ibu hamil dan menyusui mengenai nutrisi yang tepat ditekankan secara maksimal. Pemenuhan gizi yang baik menjadi tameng untuk mencegah dampak jangka panjang stunting.

Selain gizi, faktor penentu lainnya adalah pola konsumsi dan sanitasi yang higienis. Ketersediaan lingkungan yang bersih dan akses ke air layak minum sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan ibu dan anak.

Oleh karena itu, pelatihan tentang pentingnya sanitasi yang baik dan penyediaan air bersih diintegrasikan penuh dalam upaya pencegahan stunting.

Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas generasi mendatang di IKN.

Untuk mewujudkan tujuan ini, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama OIKN telah meresmikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk pencegahan dan penurunan stunting. Satgas ini secara spesifik menargetkan wilayah delineasi IKN, yang menunjukkan tingginya komitmen terhadap isu kesehatan ini.

Pembentukan satgas merupakan realisasi konkret dari kolaborasi multipihak, dengan sasaran utama 3.000 keluarga berisiko stunting.

Baca Juga: Konflik Lahan Panas di IKN, Gugatan Melawan PT AIEK Ditunda, Pemkab PPU dan Desa Tengin Baru Mangkir

Sebanyak 3.000 keluarga sasaran risiko stunting ini akan menerima edukasi dan intervensi yang berkaitan dengan nutrisi dan akses air bersih. Kedua aspek ini diyakini sebagai pilar dasar kesehatan ibu dan anak di kawasan tersebut.

Program ini tidak hanya menyalurkan informasi, tetapi juga memfasilitasi akses ke sumber daya yang dibutuhkan. Intervensi ini diharapkan mampu memicu penurunan angka stunting secara signifikan.

Sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi ini, BKKBN Kaltim juga telah menyelenggarakan acara Apresiasi dan Monitoring Evaluasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Tingkat Provinsi Kaltim.

Acara yang diadakan di Kantor OIKN pada Jumat (5/12) ini dihadiri 150 peserta dari berbagai kalangan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menandakan makin solidnya upaya kolektif dalam menurunkan stunting, serta menegaskan komitmen daerah terhadap generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif.(*)

Editor : Hernawati
#stunting #IKN #kaltim #bkkbn