KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Setelah berlari kencang pada 2024, geliat sektor konstruksi Kalimantan Timur mulai kehilangan tenaga. Memasuki triwulan III 2025, kinerjanya terkontraksi lebih dalam, dipicu terbatasnya progres pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tak lagi secepat tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto menegaskan bahwa pelemahan terlihat jelas dari serangkaian indikator, mulai belanja anggaran hingga distribusi semen.
“Kinerja lapangan usaha (LU) konstruksi Kaltim triwulan III 2025 terkontraksi akibat terbatasnya progress pembangunan fisik IKN di tahun 2025 pasca percepatan yang dilakukan di tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pada triwulan III 2025, sektor konstruksi tercatat terkontraksi 1,40 persen (year-on-year/yoy), lebih dalam dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya minus 0,11 persen (yoy). Penurunan tersebut berjalan seiring realisasi anggaran pembangunan IKN yang anjlok 39 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut merupakan imbas dari high baseline pada 2024 ketika percepatan pembangunan dilakukan demi mengejar target penyelesaian tahap I. Menurut Budi, perlambatan bukan hanya terlihat dari sisi anggaran. Data pengadaan semen juga menunjukkan tren yang sama.
Pada periode laporan, distribusi semen turun drastis hingga 49,11 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan triwulan II 2025 yang sudah terlebih dulu melemah pada level -33,30 persen (yoy).
Dengan kombinasi indikator tersebut, Budi menilai bahwa sektor konstruksi masih menghadapi tekanan hingga akhir tahun, terutama jika progres pembangunan fisik IKN tidak kembali meningkat. (*)
Editor : Sukri Sikki