BALIKPAPAN - Arus kepadatan kendaraan sempat terjadi di pintu tol Balikpapan-IKN pada Kamis 25 Desember 2025. Ribuan kendaraan roda empat harus mengalami antre panjang untuk tap kartu di tol gate.
Sementara terjadi penyempitan jalan akibat tol gate yang tersedia hanya dua unit atau exit tol. Padahal sebelumnya antrean kendaraan mencapai 5 lajur. Akibatnya terjadi kemacetan kurang lebih sepanjang 2-3 kilometer.
Dalam momen tersebut, kendaraan butuh waktu kurang lebih 1,5 jam untuk melewati pintu tol. Seperti diketahui, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melakukan fungsional terbatas pada Jalan Tol IKN dan jalan bebas hambatan (JBH).
Baik menuju Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Selatan, dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Mulai 20 Desember 2025 - 4 Januari 2026 yang beroperasi pukul 06.00 - 18.00 Wita.
BBPJN Kalimantan Timur mencatat puncak arus kendaraan terjadi pada hari keenam pembukaan fungsional terbatas. Tepatnya pada Hari Natal 25 Desember 2025.
Kepala BBPJN Kalimantan Timur Yudi Hardiana mengatakan, pihaknya melihat masyarakat antusias menggunakan Tol IKN. Baik yang menuju PPU/Kalsel dan IKN.
Sebagian besar tujuan Kalsel merupakan rombongan Haul Guru Sekumpul. Pemudik menggunakan akses jalan tersebut. “Kemudian kunjungan ke KIPP yang menjadi wisata baru di Kaltim,” jelasnya.
Selama lima hari fungsional terbatas Jalan Tol IKN. BBPJN Kalimantan Timur mencatat 25.000 kendaraan telah memanfaatkan jalan tersebut. Mulai hari pertama 20 Desember 2025 sebanyak 2.833 kendaraan.
Selanjutnya, lonjakan terlihat pada hari kedua yakni 21 Desember 2025 sebanyak 4.836 kendaraan. Lalu 22 Desember 2025 sebanyak 3.079 kendaraan, dan 23 Desember 2025 sebanyak 3.916 kendaraan.
Peningkatan cukup tinggi pada 24 Desember 2025 sebanyak 5.507 kendaraan. “Sementara pada 25 Desember 2025 bisa mencapai 8.000 kendaraan. Jadi total 25.000 kendaran selama enam hari,” bebernya.
Dia memohon maaf bagi pengguna jalan atas kemacetan yang sempat terjadi di pintu tol. BBPJN Kalimantan Timur segera melakukan evaluasi dengan PT Jasamarga Balikpapan Samarinda.
Yudi mengakui, kendala utama berada di gerbang exit tol Balikpapan - Samarinda yang hanya tersedia dua pintu tol. “Itu kurang menampung jumlah pemudik. Akhirnya kita bantu menjadi 3 exit tol,” sebutnya.
Pihaknya sudah koordinasi dengan PT Jasamarga, apabila terjadi lonjakan pengguna jalan. Maka bisa membuka 3 exit tol. “Kami mohon maaf kepada masyarakat Kaltim atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki