KALTIMPOST.ID,KALTIM-Kementerian Agama (Kemenag) tengah mengakselerasi kesiapan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) agar dapat mulai difungsikan pada bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M.
Kepastian ini ditegaskan oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, saat meninjau langsung lokasi dan menggelar koordinasi bersama Otorita IKN (OIKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (7/1).
Dalam kunjungannya, Abu Rokhmad melakukan inspeksi menyeluruh terhadap infrastruktur masjid pasca-pengerjaan fisik. Peninjauan mencakup aspek vital seperti ruang utama salat, fasilitas wudu, area selasar, hingga sarana pendukung lainnya.
"Kami melakukan inventarisasi mendalam untuk menyempurnakan fasilitas yang ada. Target utamanya adalah memastikan seluruh kebutuhan dasar jamaah terpenuhi secara optimal, sehingga aktivitas ibadah selama Ramadan nanti dapat berjalan khusyuk," kata Abu Rokhmad kepada pers.
Baca Juga: Pemprov Kaltim Targetkan Jalur Alternatif Bongan-Sotek-IKN Mulai Dibangun 2027
Guru Besar UIN Walisongo ini menekankan bahwa Masjid Negara IKN harus menjadi simbol Islam Indonesia yang moderat dan terbuka.
Ia menggarisbawahi pentingnya prinsip ekoteologi, sebuah konsep yang memadukan nilai spiritualitas dengan pelestarian alam, selaras dengan identitas IKN sebagai kota berkelanjutan.
“Masjid ini dirancang untuk menjadi rujukan nasional. Bukan sekadar unggul dalam arsitektur, tetapi juga unggul dalam tata kelola dan kontribusinya bagi peradaban masyarakat modern,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa aspek detail seperti ornamen, seni kaligrafi, hingga akurasi arah kiblat menjadi perhatian utama Kemenag agar sesuai dengan kaidah syariah.
Saat ini pihaknya juga tengah menggodok usulan nama Masjid Negara yang akan diajukan kepada Menteri Agama.
Baca Juga: Satu Langkah Lagi Menuju 2028, Jalan Penghubung Sekolah, RS, dan Hunian ASN di IKN Siap Beroperasi
"Penamaan masjid nantinya akan merepresentasikan nilai kebangsaan dan visi IKN sebagai pusat masa depan Indonesia," jelas Arsad.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara OIKN, pemerintah daerah, dan akademisi untuk memastikan masjid ini berfungsi maksimal sebagai pusat edukasi dan layanan keagamaan yang inklusif.
Di sisi teknis, Kasubdit Kemasjidan Kemenag, Nurul Badruttamam, memastikan bahwa aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kenyamanan sirkulasi jamaah, menjadi prioritas. Menariknya, masjid ini juga akan dilengkapi dengan perpustakaan modern yang nyaman sebagai pusat literasi Islam.
“Seluruh persiapan ini kami kerjakan secara bertahap agar saat Ramadan 2026 nanti, Masjid Negara IKN tidak hanya siap secara fisik, namun juga siap memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat dan bangsa,” kata Nurul.(*)
Editor : Hernawati