KALTIMPOST.ID,IKN-Komitmen untuk memeratakan pembinaan keagamaan hingga ke penjuru Bumi Etam terus diperkuat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim, Drs. H. Abdul Khaliq, secara resmi melepas para pendakwah yang ditugaskan ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Prosesi pelepasan ini berlangsung khidmat di KUA Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Imam Masjid Istiqlal, jajaran Kemenag PPU, hingga tokoh agama setempat.
Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kaltim, H. Rudi Kartono, dalam laporannya merincikan bahwa terdapat enam dai yang dikirim dalam misi ini. Komposisinya terdiri dari tiga dai lokal asal Kaltim, satu utusan LPTQ, dan dua dai dari pusat.
Baca Juga: Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Nunukan, Pilot Pelita Air Gugur dalam Tugas
Program ini tidak berjalan sendiri. Kemenag menggandeng Baznas Kaltim serta jejaring Lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti BMH, Rumah Zakat, Nurul Hayat, hingga Wahdah Inspirasi Zakat. Sinergi ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat di wilayah sasaran.
"Program ini dirancang agar layanan dakwah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah 3T secara langsung," tegas Rudi.
Pesan Moderasi dan Integritas
Dalam arahannya, Abdul Khaliq menekankan bahwa kehadiran dai 3T adalah bukti nyata negara hadir dalam urusan spiritual masyarakat, bahkan hingga ke titik terluar. Ia berpesan agar para dai menjaga marwah dan integritas selama bertugas.
Baca Juga: Vatikan Tolak Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Gedung Putih Menyayangkan
"Para dai harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan KUA setempat. Hadirkanlah dakwah yang menyejukkan, solutif, dan menjadi perekat ukhuwah," ujar Khaliq.
Senada dengan itu, Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam Kemenag RI mengingatkan pentingnya gaya dakwah yang adaptif dan moderat. Para dai diharapkan tidak hanya menjadi pengajar agama, tetapi juga penggerak literasi keagamaan yang responsif terhadap dinamika sosial di tengah keberagaman masyarakat Kaltim.
Dengan pelepasan ini, para dai 3T kini resmi memegang mandat sebagai garda terdepan dalam memperkokoh fondasi spiritual sekaligus membawa misi kemaslahatan di lokasi tugas masing-masing.(*)
Editor : Thomas Priyandoko